Kemendag Dorong Peningkatan Kapasitas Balai Pengujian &Sertifikasi Mutu Barang Daerah



KONTAN.CO.ID - – Plt. Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Moga Simatupang menerangkan, Kementerian Perdagangan mendorong pemenuhan mutu produk ekspor melalui peningkatan kapasitas laboratorium daerah selaku penjaminan mutu akhir sebelum produk diekspor.

Salah satunya melalui lokakarya unjuk kinerja (uji profisiensi) untuk laboratorium Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) di seluruh Indonesia yang digelar di Bandung, Jawa Barat pada Senin lalu (20/3). Lokakarya diikuti 50 peserta dari laboratorium daerah dari seluruh Indonesia.

“Laboratorium pengujian memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan ekspor produk potensial daerah. Pemastian mutu dapat dilakukan di Indonesia oleh laboratorium pengujian setempat sehingga pelaku usaha dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan. Hal ini merupakan bentuk nyata dukungan Kementerian Perdagangan dari segi kemudahan pemenuhan persyaratan mutu ekspor di negara tujuan,” ungkap Moga.


Moga menambahkan, laboratorium di daerah perlu mengembangkan kapasitas lingkup uji agar dapat memenuhi kebutuhan pelaku usaha di daerah. Pengembangan ini disesuaikan dengan komoditas unggulan atau yang berpotensi ekspor sehingga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah. Misalnya, laboratorium di daerah sentra produksi biji kopi agar mengembangkan kapasitas untuk pengujian biji kopi.

“Dengan demikian, pelaku usaha akan mempunyai gambaran kesesuaian mutu produk yang akan diekspor dengan standar atau persyaratan teknis negara tujuan ekspor. Pemetaan kesesuaian mutu produk di awal akan mengurangi kemungkinan penolakan ekspor dan kerugian pelaku usaha yang lebih besar setibanya di negara tujuan ekspor,” ujar Moga.

Laboratorium pengujian memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan ekspor produk potensial daerah. Tantangan ekspor produk Indonesia adalah hambatan teknis perdagangan seperti persyaratan mutu Sanitary and Phytosanitary (SPS). Hambatan ini dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan dengan memastikan mutu produk sebelum didistribusikan.

Langkahnya, laboratorium di daerah sentra produksi komoditas ekspor melakukan pengujian untuk memberikan informasi awal kepada pelaku usaha terkait pemenuhan mutu produk berdasarkan persyaratan yang diminta negara tujuan ekspor. Hal ini menjadi pertimbangan bagi pelaku usaha untuk memutuskan tindakan selanjutnya terhadap produk siap ekspor tersebut dan tentunya juga mengurangi kemungkinan terjadinya penolakan ekspor.

Dalam sambutannya, Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu Matheus Hendro Purnomo menekankan, laboratorium pengujian BPSMB merupakan infrastruktur mutu yang menopang pemenuhan dan peningkatan kualitas produk potensial daerah.

“Pemenuhan dan peningkatan ini harus diimbangi dengan kinerja yang baik. Penilaian kinerja laboratorium pengujian BPSMB dapat dipantau dan dievaluasi melalui partisipasi pada uji profisiensi yang diselenggarakan penyedia uji profisiensi yang telah terakreditasi,” tutur Hendro.

Hal ini juga diwajibkan pada persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO/IEC 17025 untuk laboratorium pengujian sebagai unjuk kinerja. Unjuk kinerja laboratorium melalui uji profisiensi dapat dibandingkan dengan laboratorium lain dengan kapasitas yang sama. Hasil yang kurang baik dalam uji profisiensi dapat menjadi dasar pertimbangan untuk peningkatan kapasitas laboratorium agar dapat mengambil peran dalam menggambarkan dan mendorong performa produk ekspor.

“Oleh karena itu, Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu berkomitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas laboratorium daerah dalam menunjukkan kinerja yang baik seperti melalui penyelenggaraan uji profisiensi. Tantangan bagi laboratorium daerah adalah menunjukkan peran yang lebih luas lagi dan menjadi bagian dari kegiatan inspeksi, sertifikasi, dan pemeriksaan mutu dalam rangka peningkatan mutu produk ekspor,” pungkas Hendro.

Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Ditjen PKTN Tekankan Pentingnya Standardisasi dan Sertifikasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti