Kemendag Dorong Percepatan UMKM Masuk Ritel Modern, Begini Strateginya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mengoptimalkan peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap pergerakan ekonomi nasional, salah satunya melalui perluasan akses ke ritel modern.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan menjelaskan, pemerintah terus berupaya agar usaha mikro dan kecil tidak menghadapi kendala dalam memperluas akses pasar, termasuk masuk ke jaringan ritel modern.

"Pemerintah melalui Kemendag dalam hal ini selalu memfasilitasi usaha mikro-kecil kita dalam konteks akses pasar dan pemasaran," ujarnya saat ditemui di K Mall, Kemayoran, Jakarta, Jumat (7/8/2026).


Iqbal menjelaskan, upaya tersebut dilakukan Kemendag dengan menyediakan ruang kolaborasi antara UMKM dan toko swalayan, baik minimarket, supermarket, maupun department store.

Baca Juga: Indonesia Gandeng Rubicon Carbon, Garap Proyek Karbon Biru 70.000 Hektare

Selain itu, pemerintah juga mendorong kerja sama antara UMKM dan pusat perbelanjaan. "Di Galeries Lafayette dan di Grand Indonesia, misalnya, itu ada sejumlah kerja sama dengan produk-produk UMKM yang diinisasi oleh Kemendag, bekerja sama dengan MAP," terang Iqbal.

Menurut Iqbal, fasilitas serupa juga dapat ditemukan di IKEA Alam Sutera. Pengunjung dapat melihat sejumlah produk UMKM yang difasilitasi oleh Kemendag.

Hal tersebut juga dilakukan dengan mendorong pemasaran sejumlah produk UMKM melalui sarana transportasi umum, seperti kereta api.

"Tentunya UMKM-UMKM tersebut yang sudah kita kurasi bersama, karena konsumen itu pasti maunya barang yang bagus dan harganya juga bersaing," ungkap Iqbal.

Menurutnya, proses kurasi menjadi bagian penting untuk memastikan produk UMKM yang masuk ke ritel modern maupun pusat perbelanjaan memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen sekaligus mampu bersaing dari sisi harga.

Baca Juga: Murino Group Perkuat Ekspansi Properti di Bali

Adapun program belanja berskala besar yang baru diluncurkan, Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026, juga dinilai menjadi salah satu wadah untuk memperluas akses UMKM ke jaringan ritel modern dan pusat perbelanjaan.

Festival yang berlangsung pada 7-23 Agustus 2026 tersebut digelar di 407 pusat belanja di seluruh Indonesia. Penyelenggaraan ISF 2026 ditargetkan mampu mencatat nilai transaksi hingga Rp 38 triliun sepanjang periode pelaksanaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News