Kemendag Dukung Peritel Pasarkan Produk ke Malaysia



KONTAN.CO.ID - Kementerian Perdagangan mendukung para pelaku usaha ritel Indonesia untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan mereka ke pasar Malaysia. Kemendag juga mengajak para pelaku usaha ritel untuk memanfaatkan jaringan lokapasar JD di Negeri Jiran. Jaringan lokapasar tersebut turut diperkuat melalui kerja sama yang dijalin Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).

Hal tersebut disampaikan Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Miftah Farid saat menghadiri dan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Hippindo dan JDMAS Logistics Holding Sdn Bhd dari Malaysia, hari ini, Rabu (8/3).

“Semoga dengan penandatanganan MoU hari ini, pelaku usaha ritel di Indonesia bisa memanfaatkan dengan optimal kesempatan yang kini sudah ada untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan masing-masing di pasar Malaysia melalui platform lokapasar JDMAS,” kata Miftah.


Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah, Anggota Senat Malaysia Senator Jaziri Alkaf Abdillah Suffian, Ketua Malaysia Institute of Economic Research Tan Sri Effendi Norwawi, dan Managing Director JDMAS Logistics Holding Sdn Bhd Dato’ Bruce Lim.

Miftah melanjutkan, pemulihan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari pertumbuhan di sektor perdagangan ritel. EuroMonitor mencatat, jumlah ritel di Indonesia pada 2021 mencapai 40.377 unit. Ritel-ritel tersebut terdiri atas toko serba ada (toserba), supermarket, retail forecourt, dan hypermarket.

Sektor ritel turut berperan sebagai penyedia akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Miftah berharap, kerja sama sektor ritel dengan pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas dan daya saing melalui pengembangan penjenamaan dari produk-produk UMKM siap ekspor.

Di sisi lain, teknologi digital turut berkontribusi meningkatkan minat belanja masyarakat melalui lokapasar. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi perdagangan elektronik (e-commerce) pada 2022 mencapai Rp476,3 triliun. Untuk itu, potensi-potensi yang ada di sektor ritel dan lokapasar harus dimanfaatkan untuk mendorong ekspor produk Indonesia ke pasar luar negeri. “Kemendag akan terus mendukung pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekspor produk-produk mereka,” pungkas Miftah.

Baca Juga: Buka Rakernas GPEI 2023, Mendag Zulkifli Hasan: Permudah & Hilangkan Hambatan Ekspor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti