KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan impor 150.000 ton gula kristal mentah (GKM) untuk diolah menjadi gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi. Berdasarkan informasi yang diterima Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), sebanyak 50.000 ton GKM semula direncanakan digiling di Pabrik Gula (PG) Madukismo, sementara 100.000 ton sisanya disebut akan digiling di pabrik gula swasta di Bombana, Sulawesi Tenggara. Informasi mengenai pembagian volume pengolahan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut, termasuk dasar penetapan dan pihak yang ditugaskan mengolah GKM tersebut. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), M. Nur Khabsyin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima APTRI saat RDP di Parlemen, sebanyak 50.000 ton GKM akan digiling di PG Madukismo dan 100.000 ton di pabrik gula swasta di Bombana. “Untuk gula konsumsi, informasinya 50.000 ton di Madukismo dan 100.000 ton di pabrik gula swasta di Bombana,” ujar Khabsyin dalam RDPU Panja Pengawasan Impor Gula Komisi VI DPR RI, Senin (21/9/2026). Baca Juga: APTRI Soroti Impor Gula 150.000 Ton, Minta Tak Ganggu Petani Merespon hal tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan (Kemendag), Ni Made Kusuma Dewi mengatakan, kebijakan impor gula diterbitkan berdasarkan neraca komoditas dengan mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri dan pasokan yang tersedia. “Pemerintah menetapkan tambahan alokasi impor GKM sebesar 150.000 ton untuk diolah menjadi GKP sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan penguatan stok gula nasional,” kata Kusuma kepada KONTAN, Selasa (22/9/2026). Menurut dia, pemasukan tambahan GKM tersebut diatur dengan memperhatikan waktu panen dan musim giling tebu sehingga tetap memberikan ruang bagi penyerapan produksi gula dalam negeri.
Kemendag Jelaskan Impor Gula 150.000 Ton untuk Gula Konsumsi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan impor 150.000 ton gula kristal mentah (GKM) untuk diolah menjadi gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi. Berdasarkan informasi yang diterima Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), sebanyak 50.000 ton GKM semula direncanakan digiling di Pabrik Gula (PG) Madukismo, sementara 100.000 ton sisanya disebut akan digiling di pabrik gula swasta di Bombana, Sulawesi Tenggara. Informasi mengenai pembagian volume pengolahan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut, termasuk dasar penetapan dan pihak yang ditugaskan mengolah GKM tersebut. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), M. Nur Khabsyin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima APTRI saat RDP di Parlemen, sebanyak 50.000 ton GKM akan digiling di PG Madukismo dan 100.000 ton di pabrik gula swasta di Bombana. “Untuk gula konsumsi, informasinya 50.000 ton di Madukismo dan 100.000 ton di pabrik gula swasta di Bombana,” ujar Khabsyin dalam RDPU Panja Pengawasan Impor Gula Komisi VI DPR RI, Senin (21/9/2026). Baca Juga: APTRI Soroti Impor Gula 150.000 Ton, Minta Tak Ganggu Petani Merespon hal tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan (Kemendag), Ni Made Kusuma Dewi mengatakan, kebijakan impor gula diterbitkan berdasarkan neraca komoditas dengan mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri dan pasokan yang tersedia. “Pemerintah menetapkan tambahan alokasi impor GKM sebesar 150.000 ton untuk diolah menjadi GKP sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan penguatan stok gula nasional,” kata Kusuma kepada KONTAN, Selasa (22/9/2026). Menurut dia, pemasukan tambahan GKM tersebut diatur dengan memperhatikan waktu panen dan musim giling tebu sehingga tetap memberikan ruang bagi penyerapan produksi gula dalam negeri.
TAG: