Kemendagri dorong pemda lakukan lelang dini paket pekerjaan tahun anggaran 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian Noervianto mengatakan, dari pengalaman 2021, banyak pemerintah daerah (pemda) yang melaksanakan kegiatan kontraktual lelang fisik pada Mei hingga Juni.

Sehingga hal tersebut berimplikasi terhadap postur penyerapan dan komposisi uang kas pemda yang ada di perbankan.

Padahal, Pemda pasti sudah punya peruntukan untuk penggunaan uang kas tersebut. Salah satunya adalah menunggu tagihan pihak ketiga atas pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya kontraktual.


Baca Juga: Ini kementerian yang memiliki realisasi anggaran mini hingga Agustus 2021

“Ke depan, kalau lelang dini bisa kita lakukan sejak awal, tentunya harapannya data yang menyangkut uang kas yang tersimpan tadi tidak tergambarkan seperti pemda sedang menyimpan uang untuk mencari bunga deposito,” ujar Ardian dalam konferensi pers virtual, Kamis (2/9).

Ardian mengatakan, uang kas pemerintah daerah (pemda) yang ada di bank mencapai Rp 173 triliun. “Catatan kami kalau dari Bank Indonesia, di tanggal 31 Juli ada sekitar Rp 173 triliun simpanan pemda yang ada di perbankan,” ujar Ardian.

Oleh sebab itu, Kemendagri mendorong agar pengadaan barang dan jasa tidak lagi secara kontraktual dilakukan di pertengahan tahun. Akan tetapi bisa mengawali di awal tahun.

Kemendagri mendorong, Pemda segera melakukan lelang dini begitu rancangan Perda APBD tahun 2022 ketok palu pada Desember atau November 2021.

Baca Juga: Lewat tengah tahun, ralisasi anggaran sejumlah kementerian masih di bawah 50%

“Bahkan Perpres pengadaan barang dan jasa memberikan ruang apabila hari ini Pemda ketuk palu terhadap Perda APBD, besok silahkan bisa lelang,” ucap dia.

Ardian mengatakan, realisasi belanja pemda biasanya landai pada Januari hingga Juni. Secara substansi realisasi hanya berisi belanja pegawai dan belanja pelayanan umum. Baru sekitar Oktober hingga November mengalami kenaikan yang signifikan.

“Kita coba ubah nanti di 2022 pola nya tidak seperti itu lagi. Kalau perlu ada kenaikan yang signifikan mulai bulan Juli Agustus karena lelang sudah dilakukan sejak dini,” tutur Ardian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto