Kemenhaj Dorong Jemaah Haji Tak Ragu Melapor Apabila Mengalami Kendala Layanan



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperkuat pelayanan dan perlindungan jemaah melalui sistem pelaporan dan pengawasan berbasis digital.

Salah satunya lewat aplikasi Kawal Haji yang memudahkan jemaah maupun petugas menyampaikan laporan, informasi, hingga kendala layanan selama berada di Tanah Suci.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff menyampaikan, dengan adanya aplikasi tersebut mendorong jemaah agar tidak ragu  untuk melapor apabila mengalami kendala layanan baik terkait dengan akomodasi, konsumsi, kemudian transportasi, kesehatan maupun juga kebutuhan pendampingan lainnya.


Baca Juga: DPR Minta Belanja APBN 2027 Fokus ke Kesehatan Hingga Infrastruktur

“Sampaikan saja laporan tersebut melalui kanal resmi yang telah disediakan, yaitu melalui aplikasi Kawal Haji atau juga bisa menyampaikan laporan secara langsung melalui petugas kloter, kemudian ketua regu, ketua rombongan, petugas sektor maupun juga petugas layanan terdekat Anda,” tutur Maria dalam konferensi pers, Rabu (12/5/2026).

Adapun ia membeberkan, setiap laporan yang masuk dapat langsung dipantau, diteruskan, dan ditindaklanjuti lebih cepat oleh petugas sesuai kewenangannya. Selain itu, penguatan juga dilakukan melalui Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali internal penyelenggaraan ibadah haji.

Ia menjelaskan, command center ini memantau berbagai aspek layanan secara real time, mulai dari pergerakan jemaah, data kloter, sektor, akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga informasi lapangan yang membutuhkan respons cepat.

Maria menegaskan, transformasi digital ini bukan sekadar penggunaan aplikasi, tetapi bagian dari perubahan sistem kerja agar pelayanan semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan jemaah.

“Dengan sistem ini nanti pengawasan tidak hanya dilakukan secara manual tetapi juga berbasis data dan juga tentunya berbasis informasi yang terinteragasi dan real time,” ungkapnya.

Ia juga berharap, dengan adanya teknologi ini, setiap laporan jemaah didengar, setiap dinamika di lapangan terpantau dan setiap putugas memiliki dukungan informasi yang memadai dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah.

Baca Juga: Penjualan Eceran Maret 2026 Tumbuh, Ditopang Konsumsi Ramadan dan Lebaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News