KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong pemanfaatan kurma lokal sebagai bagian dari pengembangan ekosistem haji nasional. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan hal tersebut usai melakukan kunjungan kerja ke Kurma Park di Pasuruan, Jawa Timur. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau potensi perkebunan kurma lokal dalam mendukung ekosistem ekonomi haji di Indonesia.
Irfan mengatakan, inisiatif ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dalam negeri. “Harapan kami, ke depan jemaah haji Indonesia tidak perlu lagi membeli kurma dari Arab Saudi. Kurma bisa berasal dari Jawa Timur, NTB, NTT, maupun provinsi lainnya, sehingga perputaran uangnya terjadi di masyarakat Indonesia sendiri,” ujar Irfan, dikutip dari keterangan resmi, Minggu (25/1/2026). Selain berdampak secara ekonomi, penggunaan kurma lokal juga dinilai dapat memberikan kemudahan teknis bagi jemaah. Irfan menyoroti persoalan batasan berat bagasi maskapai yang kerap menjadi kendala, terutama akibat bawaan kurma dari Arab Saudi. “Jemaah tidak perlu lagi terbebani tentengan kurma yang sering kali melampaui batas bagasi 27 kilogram. Kami juga meyakini harga kurma di dalam negeri jauh lebih terjangkau dibandingkan harga kurma di Arab Saudi,” jelasnya. Irfan turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan Kurma Park di Pasuruan. Ia berharap model perkebunan kurma tersebut dapat direplikasi di berbagai daerah lain guna memperkuat ekosistem ekonomi haji nasional.
“Saya mengapresiasi peran pemerintah daerah dalam mendukung perkebunan kurma ini. Semoga kurma lokal dapat mengambil peran strategis dalam ekosistem ekonomi haji, sekaligus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News