Kemenhaj Imbau Petugas Haji Tidak Mendahulukan Kepentingan Pribadi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) menegaskan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) merupakan ujung tombak suksesnya pelaksanaan haji khususnya dari Indonesia.

“Kami adalah penanggung jawab proses haji, dan mereka adalah petugas lapangan, ujung tombak kami.Kalau mereka gagal, artinya kami gagal,” tutur Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf kepada awak media, Rabu (14/1/20226).

Irfan menegaskan, para petugas harus benar-benar melayani jamaah dan tidak mementingkan kebutuhan pribadi, baik kebutuhan finansial, fisik, maupun keinginan menjalankan ritual haji untuk diri sendiri.


Ia juga menekankan bahwa sejak awal para petugas telah berniat menjalankan tugas kepetugasan. Apabila di kemudian hari ada kesempatan untuk menjalankan ritual haji, hal itu patut disyukuri, namun apabila harus memilih antara menjalankan ritual haji atau menjalankan tugas sebagai petugas, maka yang harus diutamakan adalah tugas kepetugasan.

Baca Juga: Jemaah Haji 2026 Wajib Tahu: Cuaca Ekstrem 50°C Mengancam Kesehatan

“Tapi kalau tidak bisa harus milih antara menjalankan ritual haji atau menjalankan petugas, tentu pilihan pertama petugas,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, sekitar 1.636 calon PPIH sudah mulai melaksanakan pendidikan dan pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede sejak 10 Januari 2026, dan akan berlangsung hingga 30 Januari 2026.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang, seperti pemerintah, TNI/Polri, pesantren, Muhammadiyah, dan Nahdatul Ulama.

“Mereka adalah pelayan jamaah, bukan pelayan pimpinan. Pada hari ini lihat mulai disiplin, semangat yang saya pentingkan semangatnya,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: