Kemenhaj: Kepatuhan Jemaah Haji Meningkat, Kasus Zamzam di Koper Menurun



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Tingkat kepatuhan jemaah haji Indonesia selama fase pemulangan tahun ini dinilai semakin baik. Salah satu indikatornya terlihat dari menurunnya kasus jemaah yang membawa air zamzam di dalam koper bagasi, yang selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam proses keberangkatan di bandara.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Maria Ulfah Assegaf, mengatakan secara umum proses pemulangan jemaah berjalan tertib dan terkendali. Menurut dia, mayoritas jemaah telah mematuhi berbagai aturan yang telah disosialisasikan sejak awal penyelenggaraan ibadah haji.

"Kami terus memantau proses kepulangan jemaah haji Indonesia. Alhamdulillah, secara umum jemaah cukup tertib dan patuh terhadap beberapa aturan, termasuk mengenai barang bawaan dan air zam-zam juga paspor," ujar Maria di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz-Medina, Kamis (18/6/2026).


Maria menjelaskan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pelanggaran yang berkaitan dengan barang bawaan, khususnya air zamzam di dalam koper bagasi, mulai berkurang. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari masifnya edukasi yang dilakukan petugas haji kepada jemaah selama berada di Arab Saudi.

Baca Juga: Pintu 310 Masjid Nabawi: Titik Favorit Jemaah Ambil Air Zamzam Gratis Lebih Banyak

Ia mengatakan sosialisasi yang dilakukan secara berulang, termasuk melalui media massa, membantu meningkatkan pemahaman jemaah mengenai aturan penerbangan saat kepulangan.

Meski demikian, Kemenhaj masih menemukan sejumlah kendala yang berulang pada fase pemulangan. Selain barang bawaan yang melebihi ketentuan, persoalan paspor yang terselip atau tertinggal juga masih terjadi pada sebagian jemaah.

Maria kembali mengingatkan jemaah untuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi. Sebab, setiap jemaah telah mendapatkan hak atas lima liter air zamzam yang akan dibagikan setibanya di debarkasi masing-masing di Indonesia.

"Jemaah tidak perlu khawatir karena setiap orang akan menerima lima liter air zamzam saat tiba di Tanah Air. Karena itu, jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi," ujarnya.

Baca Juga: Meski Sudah Diingatkan, Jemaah Haji Masih Bawa Air Zamzam di Koper Bagasi

Selain itu, jemaah juga diminta memastikan paspor dan dokumen perjalanan lainnya selalu berada dalam jangkauan dan tidak dititipkan kepada orang lain. Menurut Maria, sejumlah kasus keterlambatan keberangkatan masih dipicu oleh paspor yang tertinggal atau berada di tangan anggota keluarga yang telah lebih dahulu masuk ke area keberangkatan.

Kemenhaj berharap tingkat kepatuhan yang semakin baik dapat terus terjaga hingga akhir operasional haji. Dengan demikian, proses pemulangan seluruh jemaah haji Indonesia dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga kembali ke daerah masing-masing.

Baca Juga: Jelang Kepulangan, Jemaah Haji Diimbau Tak Bawa Air Zamzam di Dalam Koper

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: