Kemenhaj RI Pastikan Layanan Haji 2026 di Madinah Berjalan Optimal



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan layanan bagi jamaah haji Indonesia di Madinah terus ditingkatkan menjelang puncak ibadah haji 2026. Fokus utama evaluasi mencakup aspek akomodasi, konsumsi, hingga kelancaran pergerakan jamaah dari Madinah menuju Makkah.

Inspektur Wilayah II Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Ade Muhtar, telah tiba di Madinah untuk meninjau langsung kesiapan layanan bagi jamaah haji Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Ade menerima paparan dari Kepala Sektor 1 Daerah Kerja Madinah, Ramlan Sudarto, terkait kondisi layanan di lapangan, termasuk proses pergerakan jamaah menuju Makkah yang dinilai berlangsung tertib dan lancar.


Menurut Ade, secara umum penyelenggaraan layanan haji bagi jamaah Indonesia sudah berjalan baik, meskipun evaluasi tetap dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan semakin optimal.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, Persiapan Fasilitas di Armuzna Dikebut Demi Kenyamanan Jemaah

“Alhamdulillah kita menemukan bahwa pelaksanaan yang selama ini disampaikan bagus, memang kita sama-sama saksikan telah berjalan dengan baik," ujar Ade Muhtar saat kunjungan ke Sektor 1 Madinah, Jumat (8/5/2026) sore waktu setempat.

Ade mengakui tantangan utama saat ini adalah proses pendorongan atau pergeseran jamaah dari Madinah ke Makkah yang berlangsung padat. Pada hari yang sama, Sektor 1 memberangkatkan sebanyak 13 kelompok terbang (kloter) secara bersamaan menuju Makkah.

Kondisi tersebut membutuhkan tambahan tenaga petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan umal atau porter dalam jumlah memadai. Meski demikian, Ade mengapresiasi kesiapan petugas PPIH yang telah menjalani pelatihan intensif hampir satu bulan sebelum keberangkatan di Tanah Air.

Layanan konsumsi menjadi aspek yang paling banyak mendapat apresiasi dari jamaah haji Indonesia. Pemberdayaan UMKM serta penggunaan bumbu dan pasta khas Indonesia dinilai berhasil menghadirkan cita rasa Nusantara yang akrab di lidah jamaah.

“Konsumsi dengan adanya kita memberdayakan terutama UMKM kemudian penyedia bumbu dari tanah air, mereka merasakan cita rasa menu nusantara, merasa di rumahnya sendiri. Tidak kekurangan, mereka merasa puas,” katanya didampingi Kasektor 1 dan jajarannya.

Baca Juga: 352 Jemaah Haji Dirujuk ke RS Arab Saudi, 20 Orang Meninggal Dunia

Ade Muhtar menegaskan pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan menjelang puncak haji di Armuzna. Berbagai masukan, termasuk dari media, akan disampaikan kepada Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah sebagai bahan evaluasi dan perbaikan layanan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Jaenal Effendi, juga menilai layanan konsumsi menjadi salah satu aspek yang paling diapresiasi jamaah haji Indonesia.

Menurut Jaenal, penggunaan bumbu khas Nusantara mampu menghadirkan cita rasa yang lebih dekat dengan selera jamaah Indonesia sehingga meningkatkan kenyamanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Animonya sangat luar biasa, masyarakat jemaah haji kita itu sangat bahagia bisa merasakan cita rasa Indonesia, nusantara yang ada di sini," tuturnya.

Sejumlah jamaah haji Indonesia juga mengaku puas dengan layanan akomodasi dan konsumsi pada penyelenggaraan haji 2026. Salah satunya disampaikan Lila Kholilah, jamaah asal Indramayu, Jawa Barat.

Baca Juga: 117.452 Jemaah Telah Diterbangkan ke Arab Saudi, Layanan Jelang Puncak Haji Diperkuat

"Untuk makanan alhamdulillah kita suka, enak. Kamar juga alhamdulillah bersih, kamar mandi juga sudah cukup memuaskan," kata Lila, Jumat (24/4/2026).

Lila juga mengaku senang dengan lokasi hotel yang cukup dekat dengan Masjid Nabawi. Sebanyak 118 hotel yang disiapkan untuk jamaah haji Indonesia berada di kawasan strategis Markaziyah atau di dalam area Ring Road yang menjadi kawasan terdekat dengan Masjid Nabawi.

Kepuasan serupa dirasakan Renah, jamaah asal Lombok Tengah, yang menilai layanan akomodasi dan konsumsi haji tahun ini sangat memuaskan.

"Alhamdulillah pelayanan hotel luar biasa mantap. Kondisinya juga bagus dan nyaman sehingga harapannya dengan kenyamanan ini kami semua bisa sehat-sehat selama di sini," ujar Renah.

Jamaah berusia 54 tahun tersebut juga mengaku puas dengan makanan yang disediakan selama berada di Madinah.

"Alhamdulillah cocok. Makanan terjamin, aman, dan kondusif," katanya menambahkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News