Kemenhaj Tunjuk 32 Musyrif Diny, Ini Tugas dan Fungsinya



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) tahun ini menunjuk 32 petugas keagamaan yang bertugas sebagai Musyrif Diny, istilah yang kini menggantikan sebutan Mustasyar Diny.

Sebagaimana diketahui, Musyrif Diny (Pembimbing Ibadah Keagamaan) adalah tim ahli keagamaan yang diberangkatkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pada tahun 2026 untuk mengawal kesesuaian syariat dalam pelaksanaan haji.

Mereka bertugas memastikan ibadah jamaah Indonesia sesuai tuntunan, sahih, dan tertib agar mencapai haji mabrur.


Lantas apa perbedaan Musyrif Diny dengan Mustasyar Diny?

Salah satu tim dari Musyrif Diny, Cholil Nafis, menjelaskan bahwa peran Musyrif Diny tidak hanya sebatas memberikan nasihat keagamaan.

Baca Juga: Jemaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,2 Juta per Orang

Mereka juga terlibat dalam memastikan kebijakan dan pelaksanaan ibadah haji berjalan sejalan dengan ketentuan syariat Islam.

“Seperti murur, bagaimana yang sesuai? Dari syariahnya seperti apa? Kemudian dilaksanakan dalam praktiknya,” ucap Cholil Nafis dalam keterangan persnya kepada Media Center Haji (MCH) 2026 di Madinah, Selasa (12/5/2026).

Sedangkan, lanjut Cholil Nafis, Mustasyar Diny itu lebih ke konsultasi ibadah atau penasihat keagamaan yang sifatnya dan pekerjaannya dibutuhkan jika ada yang bertanya terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji itu sendiri.

“Ketika ada masalah, kemudian bertanya,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait Mustasyar Diny. 

Cholil menerangkan Musyrif Diny ini akan ikut serta memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia dan para pemuka agama islam baik laki-laki maupun perempuan akan ditempatkan di sektor-sektor jemaah haji Indonesia. 

“Karena harus mengarahkan para pembimbing haji, mengarahkan jemaah. Jadi kan masing-masing kloter sudah ada pembimbing, bahkan travel sudah ada pembimbing. Sebenarnya akhirnya untuk menyatukan pendapat yang rajih (lebih berbobot-red) yang mau diambil,” terangnya. 

“Maka musyrif dinylah yang akan menjadi pemberi fatwanya, pemberi pendapatnya untuk dipakai oleh kita semua,” tandasnya.

Baca Juga: Kemenhaj Temukan Dugaan Praktik Ilegal Layanan Kursi Roda oleh KBIHU, Sanksi Menanti

Berikut nama-nama Musyrif Diny yang telah diberangkatkan Kemenhaj menuju tanah suci yang nantinya berperan di tiap-tiap sektor dan daerah kerja (daker) Makkah dan Madinah:

1. Abdulloh Kafabihi Machrus Aly

2. Cholil Nafis

3. M. Asrorun Niam

4. Buya Gusrijal

5. Liliek Noer Chalida

6. Hindun Anisah

7. Muhammad Ziyad

8. Misbahul Munir

9. Sholahudin Masruri

10. Rohimi Zamzam

11. Umaimah Wahid

12. Syafrida Hani

13. Nur Ahmad

14. Achmad Subaidi Affan

15. Moh. Ayyub Mustofa

16. Muhammad As'Ad Ilyas Khotib

17. Julian Lukman

18. Shodiqul Amin

19. Afharrozi

20. Aries Dwi Choiron

21. Haris Muslim

22. Afifuddin

23. Muhyidin Thohir

24. Saiful Islam

25. Faturahman Kamal

26. Fahmi Amrullah

27. Ihsan Kamil

28. Sari Damayanti

29. Sabela

30. Siti Badiah

31. Tgk Muhammad Ali

32. Neyla Saida Anwar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News