KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat persiapan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung agar kembali melayani penerbangan komersial menggunakan pesawat jet. Seiring proses tersebut, industri penerbangan menyebut minat maskapai mulai tumbuh dengan adanya penjajakan operasional dari sejumlah operator penerbangan domestik maupun asing. Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Bayu Sutanto, mengatakan berdasarkan informasi yang diterima dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), sekitar empat hingga lima maskapai domestik dan tiga hingga empat maskapai asing telah menyatakan ketertarikannya untuk kembali beroperasi di Bandara Husein.
"Setahu kami ada 4-5 maskapai lokal dan 3-4 maskapai asing yang sudah berminat sesuai informasi dari pihak Angkasa Pura Indonesia. Saat ini baik pihak Angkasa Pura Indonesia maupun maskapai masih dalam tahap persiapan dan penjajakan," ujar Bayu kepada Kontan, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: Bandara Husein Sastranegara Kembali Dibuka 17 September, Ini Kata Pengamat Menurut Bayu, saat ini operator bandara masih berfokus menyiapkan Bandara Husein agar kembali dapat melayani pesawat jet berbadan sempit (
narrow body) seperti Boeing 737 maupun Airbus A320 untuk penerbangan domestik dan internasional. "Yang sedang dikerjakan pihak Angkasa Pura Indonesia adalah mempersiapkan Bandara Husein agar kembali bisa didarati dan diterbangi pesawat-pesawat jet
narrow body seperti B737 atau A320 seperti dahulu, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional," katanya. Ia menambahkan, pengoperasian kembali Bandara Husein harus memenuhi seluruh persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai regulasi yang berlaku. Selain itu, karena bandara tersebut merupakan bandara sipil yang berada di kawasan pangkalan militer (
civil enclave), koordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara menjadi salah satu tahapan yang harus dipenuhi. "Syarat pengoperasian kembali sudah ada aturan dan prosedurnya sesuai regulasi keselamatan dan penerbangan yang berlaku. Selain itu karena Bandara Husein merupakan bandara sipil di dalam pangkalan militer, diperlukan koordinasi dengan pihak TNI," jelasnya. Sementara itu, untuk Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta, Bayu mengatakan hingga kini masih melayani penerbangan komersial reguler menggunakan pesawat turboprop oleh Citilink dan FlyJaya. Menurutnya, dengan telah beroperasinya Yogyakarta International Airport, Bandara Adi Sutjipto kemungkinan tetap difokuskan untuk penerbangan turboprop, charter, dan
private jet. Di sisi lain, Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan persiapan operasional Bandara Husein terus dilakukan melalui pemenuhan persyaratan di bidang keselamatan, keamanan, pelayanan, dan konektivitas penerbangan. "InJourney Airports mendukung kebijakan pemerintah terkait optimalisasi Bandara Husein Sastranegara. Kami memastikan optimalisasi turut memperkuat konektivitas penerbangan domestik maupun internasional agar bandara ini dapat berkontribusi maksimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Jawa Barat," kata Arie.
Baca Juga: Bandara Husein Siap Kembali Layani Pesawat Jet, InJourney Kebut Pembenahan Menurut Arie, hasil pembahasan dengan sejumlah maskapai menunjukkan respons yang positif. Tercatat enam maskapai telah menyatakan minat membuka penerbangan jet berjadwal dari Bandung menuju sejumlah kota di dalam negeri, antara lain Bali, Balikpapan, Pontianak, Padang, Lampung, Pekanbaru, Kualanamu, Makassar, Palembang, dan Surabaya. Selain itu, terdapat usulan rute internasional menuju Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru. Untuk mendukung operasional tersebut, InJourney Airports telah menambah kendaraan
Airport Rescue and Fire Fighting(ARFF), personel Aviation Security (Avsec), serta mengoptimalkan fasilitas pemeriksaan keamanan seperti mesin x-ray, walkthrough metal detector, handheld metal detector, sistem CCTV, dan perangkat keamanan lainnya sesuai standar penerbangan sipil. Diketahui sebelumnya, Kemenhub menargetkan seluruh kesiapan operasional untuk melayani pesawat jet dapat terpenuhi pada 17 September 2026, sekaligus menyiapkan skenario percepatan agar bandara dapat direaktivasi mulai 17 Agustus 2026.
Baca Juga: Reaktivasi Bandara Husein dan Adi Sutjipto Permudah Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan proses reaktivasi dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil kajian operasional dan
safety assessment yang komprehensif. "Reaktivasi Bandar Udara Husein Sastranegara akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi penerbangan sipil. Kami telah menyetujui kajian operasional dan
safety assessment sebagai dasar pelaksanaan reaktivasi, serta memastikan seluruh kebutuhan teknis dan operasional dipenuhi sebelum bandar udara kembali beroperasi secara optimal," ujar Lukman. Ia menambahkan, untuk mendukung operasional pesawat Boeing 737-800 dan Airbus A320, Bandara Husein masih memerlukan peningkatan infrastruktur, antara lain
overlay landas pacu dan taxiway, rekonstruksi apron, peningkatan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) menjadi Kategori 7, penambahan kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF), penguatan personel, serta penyempurnaan fasilitas terminal. Selain itu, Kemenhub juga menyiapkan skenario penerapan sistem
slot management agar operasional pesawat jet dapat berjalan aman dan efektif setelah bandara kembali dibuka. Baca Juga: InJourney Airports Matangkan Operasional Bandara Husein Sastranegara di Bandung Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News