Kemenhub Minta PTKA Hitung Potensi Kenaikan Biaya Operasi KRL



JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT Kereta Api (Persero) selaku induk PT KAI Commuter Jabodetabek (KJC) untuk menghitung kenaikan biaya operasional jika Juli nanti tarif dasar listrik dinaikkan 15%.Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan mengaku instansinya akan menggunakan perhitungan yang dilakukan perseroan untuk mengkaji dampak kenaikan TDL tersebut terhadap biaya operasi Kereta Rel Listrik (KRL)."Saya minta sebelum Juli sudah selesai. Karena kemungkinan ada dua skenario yang akan kami siapkan," kata Tundjung, Rabu (24/3).Dua skenario yang menurutnya akan digunakan untuk menyiasati lonjakan biaya operasional KRL adalah, menaikkan subsidi Public Service Obligation (PSO) untuk kereta kelas ekonomi. Atau mengizinkan KCJ menaikkan tarif KRL."Kenaikkan TDL memang akan berpengaruh pada biaya operasional KRL. Jika harus memilih maka saya akan memilih setengah-setengah antara PSO dan tarif,” ujarnya.Namun, opsi menaikkan tarif KRL kelas ekonomi menurutnya bukan pilihan mudah. Karena sangat terkait dengan kemampuan daya beli masyarakat. Karena itu, saat ini Ditjen Perkeretaapian masih melakukan studi daya beli masyarakat terhadap kenaikan tarif kereta api dan KRL kelas ekonomi. “Satu yang pasti, naik atau tidak naik pelayanan akan tetap ditingkatkan,” kata Tundjung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Test Test