KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menetapkan pengaturan penutupan sementara layanan penyeberangan dari dan menuju Pulau Bali selama perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Langkah ini diambil untuk menghormati hari raya umat Hindu sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas mengingat jadwal Nyepi berdekatan dengan masa mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menyampaikan, pengaturan ini telah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian dan instansi terkait.
Baca Juga: Arab Larang Impor Unggas&Telur, Indonesia Sambut Baik demi Perbarui Status Flu Burung “Sehubungan dengan Hari Nyepi, layanan penyeberangan dari dan menuju Bali akan ditutup sementara. Langkah ini dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan memastikan pengaturan penyeberangan tetap terkendali karena juga waktunya berdekatan dengan Lebaran,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026). Aan menjelaskan, penutupan operasional angkutan penyeberangan akan diberlakukan di dua lintasan utama, yakni Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk dan Pelabuhan Padang Bai - Lembar. Layanan akan dihentikan total sesuai jadwal yang telah disepakati dan baru akan dibuka kembali setelah periode libur Nyepi berakhir. Berdasarkan jadwal resmi, penutupan di Pelabuhan Ketapang di mulai pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 waktu setempat hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 waktu setempat. Sementara itu, untuk Pelabuhan Gilimanuk, penutupan dilakukan mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 waktu setempat hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 waktu setempat. Untuk lintas Lembar - Padang Bai, penutupan di Pelabuhan Lembar dimulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 21.00 waktu setempat sampai Jumat, 20 Maret 2026 pukul 01.30 waktu setempat. Sedangkan di Pelabuhan Padang Bai, operasional berhenti mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 04.00 waktu setempat hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 11.30 waktu setempat.
Lebih lanjut, Aan menghimbau, para calon pemudik dan pengguna jasa penyeberangan untuk mencermati jadwal tersebut agar tidak terjebak antrean atau penumpukan di pelabuhan. Masyarakat diminta mengatur ulang rencana perjalanan menuju atau keluar dari Bali jauh-jauh hari.
Baca Juga: Strategi Ramadan Dorong Penjualan Brand di E-Commerce Melejit “Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari atau menuju Bali untuk mengatur rencana perjalanan dengan baik dan sesuaikan jadwal keberangkatan agar tidak terdampak penutupan operasional angkutan penyeberangan,” pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News