KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketergantungan tembakau masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, juga kelompok rentan yang terpapar asap rokok sebagai perokok pasif maupun
third-hand smoker. Di Indonesia, jumlah perokok aktif telah mencapai sekitar 70 juta orang. Dari jumlah itu sebanyak 7,4% di antaranya berusia 10 tahun–18 tahun. Seiring meningkatnya penggunaan rokok elektronik (vape) di kalangan remaja, berbagai pihak memperkuat upaya edukasi dan pendampingan berhenti merokok.
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, percepatan penurunan prevalensi perokok membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Akselerasi penurunan prevalensi perokok di Indonesia merupakan agenda krusial yang membutuhkan komitmen kolektif dari seluruh lintas sektor," ujarnya, Kamis (4/6). Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menambahkan, pemerintah terus memperkuat layanan upaya berhenti merokok yang kini telah terintegrasi di fasilitas kesehatan primer. "Kami menggandeng sektor swasta dan organisasi profesi medis memastikan masyarakat tidak hanya menerima edukasi bahaya merokok, juga mendapatkan akses terhadap pendampingan klinis dan farmakoterapi yang tepat,” katanya. Dari sisi medis, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menilai, salah satu tantangan terbesar dalam upaya berhenti merokok adalah gejala putus nikotin yang kerap membuat perokok kembali mengonsumsi rokok. Penasihat Pengurus Pusat PDPI, dr. Agus Dwi Susanto mengatakan, hambatan terbesar pasien berhenti merokok adalah gejala putus nikotin
(withdrawal).
Baca Juga: Kemnaker: Jumlah PHK Capai 23.470 Pekerja, Terbanyak Jawa Barat "Solusi berbasis bukti seperti terapi pengganti nikotin (NRT) terbukti secara klinis meredakan gejala sakau dan meningkatkan peluang keberhasilan berhenti merokok, terutama bila dipadukan dengan konseling perilaku dari tenaga medis,” kata Agus. Sebagai penyedia Nicorette, terapi pengganti nikotin di Indonesia, Kenvue turut mendukung kampanye tersebut. Direktur Marketing Kenvue Indonesia, Fika Yolanda mengatakan, Kenvue memiliki komitmen berkelanjutan untuk mendukung program Kemenkes menekan prevalensi perokok di Indonesia. "Kami ingin memastikan masyarakat yang memiliki keinginan untuk berhenti merokok mendapatkan pendampingan yang tepat serta akses terhadap solusi medis yang telah terbukti secara ilmiah," kata Fika.
Direktur
Commercial Guardian Indonesia, Karlina Elisabet Wirian, mengatakan, Guardian mendukung gaya hidup sehat melalui edukasi dan pendampingan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Sebagai jaringan ritel kesehatan yang hadir dekat dengan masyarakat, Guardian berkomitmen mendukung penerapan gaya hidup sehat melalui akses terhadap edukasi dan pendampingan kesehatan yang terpercaya. "Kami berharap peran apoteker Guardian dapat membantu masyarakat lebih percaya diri dalam memulai perjalanan berhenti merokok,” tutupnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News