JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta para wanita tidak resah dengan adanya penelitian mengenai pembalut mengandung klorin. Kemenkes memastikan semua produk pembalut yang telah mendapat izin edar aman digunakan karena telah melewati proses pengujian di laboratorium. "Dengan sistem pendaftaran, proses pengujian, pengawasan, seyogyanya masyarakat tenang," ujar Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (8/7). Linda menjelaskan, penggunaan klorin merupakan salah satu metode pemutihan yang digunakan dalam produksi pembalut wanita maupun pantyliner. Merujuk pada Food and Drugs Administration (FDA) atau badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, pembalut wanita termasuk kategori alat kesehatan berisiko rendah atau berdampak minimal terhadap risiko kesehatan penggunanya.
Kemenkes minta wanita tak cemas pembalut berklorin
JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta para wanita tidak resah dengan adanya penelitian mengenai pembalut mengandung klorin. Kemenkes memastikan semua produk pembalut yang telah mendapat izin edar aman digunakan karena telah melewati proses pengujian di laboratorium. "Dengan sistem pendaftaran, proses pengujian, pengawasan, seyogyanya masyarakat tenang," ujar Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (8/7). Linda menjelaskan, penggunaan klorin merupakan salah satu metode pemutihan yang digunakan dalam produksi pembalut wanita maupun pantyliner. Merujuk pada Food and Drugs Administration (FDA) atau badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, pembalut wanita termasuk kategori alat kesehatan berisiko rendah atau berdampak minimal terhadap risiko kesehatan penggunanya.