Kemenkeu Catat Defisit APBN Rp 180,4 Triliun hingga Mei 2026, Setara 0,70% dari PDB
Jumat, 05 Juni 2026 14:45 WIB
Diperbarui Jumat, 05 Juni 2026 14:50 WIB
Oleh: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 per Mei mengalami defisit sebesar Rp 180,4 triliun, atau 0,70% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Realisasi tersebut meningkat dari posisi defisit April yang sebesar Rp 164,4 triliun atau 0,64% terhadap PDB dibandingkan April 2026. Meskipun jika dibandingkan secara tahunan (year on year/yoy) lebih tinggi dari 0,09% terhadap PDB posisi Mei 2025.Defisit APBN ini disebabkan karena pendapatan negara yang lebih rendah dibandingkan kebutuhan belanja negara yang signifikan meningkat.
Baca Juga: Revisi UU P2SK Disahkan, BI Siapkan Ketentuan Pelaksanaan Sesuai Mandat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pendapatan negara hingga Mei 2026 sebesar Rp 1.185 triliun, atau setara 37,6% dari target tahun ini yang sebesar Rp 3.153,6 triliun. Realisasi pendapatan negara ini tumbuh 19,1% yoy"Jadi ada perbaikan yang signifikan di pajak utamanya dibandingkan dengan kondisi tahun lalu. Tahun lalu full year pertumbuhan pajaknya negatif, sekarang positif, mungkin nanti akan 20% atau lebih, kita coba dorong ke atas terus diiringi perbaikan di perpajakan," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Pemerintah Menggenjot Belanja Untuk Menyokong Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.365,4 triliun atau setara 35,5% dari target pagu APBN. Realisasi ini juga naik 34,4% yoy.Purbaya menyebut, capaian defisit yang lebih rendah tersebut merupakan hal yang positif terhadap kondisi fiskal Indonesia. Menurutnya realisasi data APBN Mei 2026 menunjukkan bahwa memang anggaran fiskal Indonesia bagus, sekaligus menepis anggapan bahwa pengelolaan fiskal ugal-ugalan memicu pelemahan nilai tukar rupiah yang sudah di level kisaran Rp 18.000 per dolar AS.
Baca Juga: Tarif Baru AS Ancam Ekspor? Airlangga Malah Lihat Peluang Besar bagi RI "Kondisi fiskal amat baik, semua dirjen memastikan itu dengan baik," ujarnya.Dengan kinerja APBN tersebut, keseimbangan primer mencatatkan surplus sebesar Rp 58,6 triliun. Serta, di sisi pembiayaan anggaran realisasinya mencapai Rp 379,4 triliun atau sudah 55,1% dari target APBN 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News