KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Agustus 2026 mencapai Rp435,1 triliun. Angka tersebut tumbuh 41,7% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp307 triliun. Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan, realisasi PNBP tersebut telah mencapai 94,8% dari target APBN 2026 sebesar Rp 459,2 triliun. Sementara jika dibandingkan dengan
outlook dalam Laporan Semester I (Lapsam) sebesar Rp575,1 triliun, realisasi tersebut mencapai 75,7%. “Saat ini telah dikumpulkan (PNBP) totalnya Rp 435,1 triliun,” tutur Suahasil dalam konferensi pers, Jumat (19/8/2026).
Baca Juga: Kesiapan Infrastruktur Jadi Kunci Kesuksesan Zero ODOL Berdasarkan komponen penerimaannya, PNBP terdiri dari pendapatan sumber daya alam (SDA), pendapatan kekayaan negara yang dipisahkan (KND), PNBP lainnya, dan pendapatan badan layanan umum (BLU). Pendapatan SDA hingga Agustus 2026 tercatat Rp194,6 triliun, atau 74,5% dari target APBN sebesar Rp261,2 triliun. Jika dibandingkan dengan
outlook Lapsam sebesar Rp279,4 triliun, realisasinya mencapai 69,6%. Pendapatan SDA tersebut terdiri dari migas sebesar Rp80,1 triliun dan nonmigas sebesar Rp114,4 triliun. Realisasi penerimaan migas baru mencapai 68,3% dari target APBN, sedangkan penerimaan nonmigas telah mencapai 79,6% dari target. Selanjutnya, penerimaan dari SDA migas masih berpotensi tumbuh seiring kenaikan ICP (Indonesia Crude Price). Hingga Agustus 2026, realisasi SDA migas baru mencapai 58% dari
outlook Lapsam.
Baca Juga: Kemenkeu Mencatat Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Rp 210,2 Triliun per Agustus 2026 Sementara itu, SDA nonmigas mencatatkan realisasi sebesar Rp114,4 triliun atau telah mencapai 81% dari outlook Lapsam. Suahasil menyebut kinerja SDA nonmigas solid menopang penerimaan dan pencapaiannya berada di atas rata-rata total PNBP. Selanjutnya, pendapatan dari kekayaan negara dipisahkan (KND) mencapai Rp58 triliun. Angka tersebut telah mencapai 3.221,7% dari target APBN sebesar Rp1,8 triliun dan 102,8% dari outlook Lapsam sebesar Rp56,4 triliun. Adapun PNBP lainnya mencapai Rp105 triliun, atau 107,2% dari target APBN sebesar Rp97,9 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 84,7% dari
outlook Lapsam sebesar Rp124 triliun.
Baca Juga: Restitusi Pajak Jadi Sorotan, Menkeu Suahasil: Kalau Hak Pasti Diberikan Sementara itu, pendapatan BLU tercatat sebesar Rp77,6 triliun, atau 78,9% dari target APBN sebesar Rp98,3 triliun. Jika dibandingkan dengan
outlook Lapsam sebesar Rp115,4 triliun, realisasi pendapatan BLU telah mencapai 67,2%. Kementerian Keuangan juga mencatat, pendapatan KND sudah termasuk surplus dari Bank Indonesia sebesar Rp55 triliun. Penerimaan itu telah digunakan untuk menyelesaikan kewajiban surat utang dalam rangka penanganan krisis 97/98 kepada Bank Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News