Kemenkeu Janji Rasio Utang Mentok Dijaga Dilevel 40% dari PDB



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat, posisi utang pemerintah per 31 Desember 2025, yang tercatat mencapai Rp 9.637,90 triliun, atau setara 40,46% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu menyampaikan, pihaknya akan menjaga rasio utang tersebut mentok di level 40% dari PDB.

“Rasio utang kita jaga sekitar 40% dari PDB saja,” tutur Pebrio kepada Kontan, Jumat (15/2/2026).


Sebagaimana diketahui, batas aman rasio utang pemerintah Indonesia menurut UU No. 17 Tahun 2003 adalah maksimal 60% dari PDB. Meski demikian, pemerintah cenderung menjaga rasio utang di kisaran di bawah 40% dari PDB.

Baca Juga: Kemensos Reaktivasi Kepesertaan PBI JKN untuk Penderita Penyakit Kronis

Febrio menjelaskan, pengelolaan utang selalu mengacu pada desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya pada besaran defisit yang telah ditetapkan. Pada tahun ini defisit APBN ditargetkan 2,68% dari PDB.

Ia menambahkan, selama defisit dijaga sesuai target, maka rasio utang juga akan tetap terkendali. Selain itu, ia juga menegaskan, pengelolaan utang tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berbasis pada pelaksanaan APBN dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi. Selama pertumbuhan ekonomi terjaga dan defisit fiskal terkendali, maka rasio utang pun akan stabil.

Sejalan dengan itu, Pemerintah, kata dia, akan mengelola pembiayaan secara oportunistik dengan mempertimbangkan kondisi pasar, namun tetap dalam koridor disiplin fiskal.

“Tapi selalu akan kita jaga mulai dari defisitnya (APBN) kita jaga, maka rasio utangnya juga akan terjaga,” ungkapnya.

Sebagai informasi, dari posisi utang Rp 9.637,90 triliun, atau setara 40,46% terhadap PDB, utang tersebut terdiri dari instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi sebesar Rp 8.387,23 triliun, atau setara 87,02% dari seluruh komposisi utang pemerintah. Sementara itu, porsi pinjaman mencapai Rp 1.250,67 triliun.

Baca Juga: Tiffany & Co Disegel: Ini Penjelasan Resmi Menteri Purbaya, Cek Juga Sejarah Tiffany

Selanjutnya: Promo Bukber Jogja: 10 Hotel Murah di Bawah Rp 100 Ribu, Banyak Doorprize!

Menarik Dibaca: Promo Bukber Jogja: 10 Hotel Murah di Bawah Rp 100 Ribu, Banyak Doorprize!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News