Kemenkeu Optimistis Minat Masyarakat Terjaga, Himpunan Dana ST017 Ditargetkan Rp 15 T



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan mengaku optimistis minat masyarakat akan Sukuk Tabungan seri ST017 tetap terjaga. Kemenkeu pun menetapkan target awal penghimpunan dana ST017 sebesar Rp 15 triliun.

Sukuk Tabungan seri ST017 resmi ditawarkan pemerintah mulai hari ini, Jumat (6/11/2026). Penawaran sukuk ritel oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan ini akan berlangsung hingga 2 Desember 2026. 

Mengutip keterangan resmi di laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pemerintah menawarkan dua seri ST017.


Yakni, ST017T2 bertenor 2 tahun dengan imbal hasil 6,95% dan seri ST017T4 bertenor 4 tahun dengan imbal hasil sebesar 7,05%.

Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR, Deni Ridwan menjelaskan, ST017 merupakan surat berharga negara (SBN) ritel terakhir yg ditawarkan Pemerintah untuk tahun 2026. 

Baca Juga: ST017 Ditawarkan Mulai Hari Ini, Tenor Dua Tahun Diproyeksi Lebih Kompetitif

Target awal yang ditetapkan adalah sebesar Rp 15 triliun untuk keseluruhan penawaran tenor 2 tahun dan 4 tahun.

Target tersebut telah diperhitungkan dalam rencana penerbitan SBN ritel tahun 2026, sehingga bukan merupakan tambahan di luar rencana pembiayaan yang telah disusun. 

Alokasi untuk masing-masing tenor bersifat fleksibel, mengikuti minat investor selama masa penawaran.

“Berdasarkan pengalaman penerbitan sebelumnya, tenor 2 tahun umumnya lebih diminati masyarakat,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (6/11/2026).

Dengan memperhitungkan estimasi penghimpunan dana dari enam seri SBN ritel sebelumnya yang sebesar Rp 141,32 triliun total penerbitan SBN ritel sepanjang 2026 berpotensi mencapai sekitar Rp 156 triliun apabila target ST017 tercapai. 

Baca Juga: ST017 Berpeluang Capai Target, Imbal Hasil yang Capai 7,05% Jadi Daya Tarik Investor

“Angka tersebut masih merupakan proyeksi, sedangkan realisasinya akan bergantung pada hasil penjualan ST017,” ungkapnya.

Deni bilang, penetapan target dan tingkat imbalan ST017 mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan APBN, kondisi pasar keuangan, serta keseimbangan antara daya tarik investasi dan efisiensi biaya pembiayaan pemerintah.

Dengan tingkat imbalan minimal 6,95% untuk ST017T2 dan 7,05% untuk ST017T4, Kemenkeu menilai ST017 menawarkan imbal hasil yang kompetitif. 

“Skema floating with floor juga memberikan kepastian imbalan minimal sekaligus peluang kenaikan imbalan apabila suku bunga Bank Indonesia (BI rate) meningkat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Deni mengaku pihaknya cukup optimistis minat masyarakat terhadap ST017 akan tetap terjaga, terutama untuk investor yang memiliki preferensi instrumen investasi syariah. 

Selain didukung karakteristik produk yang aman dan mudah diakses, jatuh tempo ST013T2 pada 10 November 2026 juga membuka peluang reinvestasi. 

“Dengan dukungan 33 Mitra Distribusi* dan kemudahan pembelian secara online mulai dari Rp1 juta, kami berharap penawaran ST017 dapat berjalan dengan baik dan semakin memperluas partisipasi masyarakat dalam pembiayaan APBN,” tuturnya.

Baca Juga: Kemenkeu Optimistis ST017 Diburu Investor, Ini Alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News