Kemenkeu optimistis penerimaan bea dan cukai akan capai target



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis penerimaan cukai dan kepabenanan (bea masuk dan bea keluar) akan mencapai target akhir tahun. Proyeksi tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72/2020 yang menetapkan target kepabenan dan cukai sebesar Rp 205,68 triliun.

Target akhir tahun 2020, lebih rendah 3,5% dari realisasi penerimaan kepabenan dan cukai tahun lalu sebesar Rp 213,27 triliun. Penurunan target tahun ini karena mempertimbangkan dampak ekonomi yang diakibatkan pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).

“Untuk penerimaan kebapeanan dan cukai, plus minus akan sedikit sekali dengan yang ditargetkan di Perpres 72,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi dalam konferensi pers laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Agustus, Selasa (25/8).


Baca Juga: Ekonom: Industri hasil tembakau dibenci, tapi juga diharapkan

Sampai dengan akhir Juli 2020, realisasi penerimaan cukai, bea masuk, dan bea keluar sebesar Rp 109,06 triliun, tumbuh 3,71% year on year (yoy). Pencapaian dalam tujuh bulan pertama tahun ini pun setara dengan 53,02% dari target akhir tahun 2020.

Rinciannya, untuk penerimaan cukai sepanjang Januari-Juli 2020 sebesar Rp 88,42 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 7,01% secara tahunan, tapi pertumbuhannya lebih rendah dibanding realisasi periode sama tahun lalu yang naik 22,3% yoy. Secara keseluruhan, penerimaan cukai sudah 51,35% dari target akhir tahun ini.

Kemudian, untuk bea masuk realisasi sampai dengan akhir Juli 2020 sebesar Rp 19,04 triliun, minus 7,97% yoy. Namun, pencapaian tersebut setara 59,8% dari target akhir tahun 2020 sebesar Rp 31,83 triliun.

Lalu, untuk bea keluar sampai dengan akhir Juli 2020 senilai Rp 1,61 triliun. Angka tersebut tumbuh negatif 13,19% yoy, tetapi lebih baik daripada posisi periode sama pada tahun lalu yang kontraksi hingga 52,72% yoy. Adapun, untuk pajak basis ekspor ini sudah mencapai 97,13% dari target akhir 2020 sebesar Rp 1,65 triliun.

Baca Juga: Pelaku industri hasil tembakau keberatan jika tarif CHT kembali naik tahun depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat