KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat efisiensi anggaran belanja Badan Gizi Nasional (BGN) mencapai sekitar Rp 38 triliun pada tahun ini. Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Sudarto mengatakan, efisiensi tersebut membuat pagu efektif anggaran BGN turun menjadi Rp 229 triliun dari pagu awal dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2026 sebesar Rp 268 triliun. “Pada awal tahun, pagu anggaran BGN dalam DIPA itu sudah Rp 268 triliun. Saat ini pagu efektifnya menjadi Rp 229 triliun. Artinya, sudah sekitar Rp 38 triliun terjadi efisiensi,” ujar Sudarto dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Oktober, Jumat (9/10/2026).
Kemenkeu: Pagu Anggaran BGN Dipangkas Rp 38 Triliun pada 2026, Tersisa Rp 229 Triliun
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat efisiensi anggaran belanja Badan Gizi Nasional (BGN) mencapai sekitar Rp 38 triliun pada tahun ini. Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Sudarto mengatakan, efisiensi tersebut membuat pagu efektif anggaran BGN turun menjadi Rp 229 triliun dari pagu awal dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2026 sebesar Rp 268 triliun. “Pada awal tahun, pagu anggaran BGN dalam DIPA itu sudah Rp 268 triliun. Saat ini pagu efektifnya menjadi Rp 229 triliun. Artinya, sudah sekitar Rp 38 triliun terjadi efisiensi,” ujar Sudarto dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Oktober, Jumat (9/10/2026).