Kemenkeu Pastikan Video Deepfake Menteri Purbaya Bongkar Kerugian BUMN Sebagai Hoaks



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.     Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa rekaman video yang beredar di media sosial mengenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang diklaim bakal membongkar kerugian sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah beritabohong atau hoax. 

​Video yang sempat beredar di platform media sosial seperti Instagram dan Facebook tersebut diketahui menggunakan teknologi rekayasa digital berupa deepfake untuk memanipulasi visual dan audio figur Menkeu. 

​Dalam video palsu tersebut, narasi yang dibangun seolah-olah menunjukkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa secara blak-blakan akan membeberkan kerugian besar yang dialami oleh perusahaan-perusahaan pelat merah papan atas, mulai dari PT PLN (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, hingga PT Pertamina (Persero). 


​Klarifikasi Resmi Kementerian Keuangan

​Guna meluruskan disinformasi yang berpotensi membingungkan publik dan pasar, Kementerian Keuangan merilis pernyataan resmi melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Deni Surjantoro.

​"Sehubungan dengan beredarnya sebuah video di media sosial yang menampilkan figur Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyatakan akan membongkar kerugian perusahaan BUMN, seperti PLN, Garuda Indonesia, hingga Pertamina, maka dengan ini kami sampaikan bahwa video tersebut merupakan video hoaks deep fake," ujar Deni dalam Siaran Pers No. SP 69-/KLI/2026, Rabu (24/6).

​Imbauan untuk Masyarakat

​Seiring dengan makin canggihnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang kerap disalahgunakan untuk membuat konten deepfake, Kemenkeu mengimbau masyarakat luas agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa adanya konfirmasi dari saluran resmi pemerintah. 

​Masyarakat diharapkan untuk selalu waspada dan melakukan cek fakta secara mandiri terhadap setiap penyebaran video maupun berita bohong yang mencatut nama atau mengatasnamakan Menteri Keuangan. 

​Pihak otoritas keuangan menegaskan bahwa seluruh informasi kinerja korporasi BUMN maupun kebijakan fiskal terkait akan selalu disampaikan secara transparan melalui jalur komunikasi resmi, bukan lewat potongan video media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: