Kemenkeu Siap Stabilisasi Pasar SBN Jika Volatilitas Meningkat



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan kesiapannya untuk melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) apabila terjadi gejolak yang signifikan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Suminto, menyatakan pemerintah memiliki sejumlah mekanisme untuk menjaga stabilitas pasar SBN.

"Kementerian Keuangan memiliki mekanisme untuk melakukan pemeliharaan maupun stabilisasi pasar SBN untuk mengelola volatilitas maupun level dari imbal hasil SBN," ujar Suminto dalam Konferensi Pers APBN, Selasa (5/5/2026).


Baca Juga: BI Sudah Borong SBN Rp 111,54 Triliun per 21 April 2026 untuk Perkuat Rupiah

Menurutnya, jika terjadi volatilitas yang sangat tinggi atau kenaikan imbal hasil yang signifikan, pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah konkret.  Salah satu kerangka utama yang disiapkan adalah bond stabilization framework.

Adapun instrumen yang dapat digunakan pemerintah antara lain pengaturan lelang, transaksi bilateral atau private placement untuk mengelola risiko pasokan (supply risk), operasi treasury, hingga buyback surat utang negara.

Langkah-langkah tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan dan kondisi pasar SBN yang sedang berlangsung.

Suminto menekankan bahwa pemerintah akan senantiasa stand ready dalam merespons dinamika pasar. 

Baca Juga: Purbaya Injeksi Likuiditas Rp 100 Triliun ke Bank Himbara, Yield SBN Bisa Turun?

"Intinya adalah pemerintah akan stand ready untuk merespons perkembangan pasar SBN dan menggunakan instrumen atau mekanisme yang sesuai accordingly sehingga sekali lagi stabilitas pasar SbN dapat terus dijaga," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News