Kemenko Perekonomian tinjau pelaksanaan proyek PLTGU Jawa-1



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Power Indonesia (PPI) sebagai Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) menerima kunjungan kerja Tim Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1.

Tim Kemenko Bidang Perekonomian yang diwakili oleh Asisten Deputi Utilitas dan Industri Manufaktur Sunandar melakukan peninjauan untuk melihat kemajuan proyek PLTGU dengan kapasitas 1.760 mega watt (MW) tersebut. 

Proyek yang berlokasi di Desa Cilamaya, Karawang ini ditargetkan akan beroperasi pada Desember 2021 mendatang.


“Kami mengikuti perkembangan pekerjaan PLTGU ini sejak groundbreaking dan kami sangat mengapresiasi kinerja proyek yang telah menunjukkan kemajuan signifikan sampai dengan hari ini,” ujar Sunandar dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Rabu (25/11).

Baca Juga: Proyek listrik yang tersendat harus diselesaikan untuk dorong energi terbarukan

Hingga saat ini, kemajuan konstruksi pembangkit sudah berjalan sekitar 90%, sedangkan untuk konstruksi kapal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) sudah mencapai progres 98,5%. Sesuai dengan target, Commercial Operation Date (COD) PLTGU tersebut akan dilakukan pada Desember 2021.

“Melihat progres yang ada, PPI masih sangat yakin dengan komitmen yang sama, yakni target COD di Desember 2021. Mohon doa dan dukungannya agar semua berjalan sesuai rencana,” ucap Corporate Secretary PPI Dicky Septriadi.

Dalam pelaksanaan kunjungan kerja tersebut, protokol kesehatan diberlakukan sangat ketat dan diperlihatkan pula bagaimana pelaksanaan proyek dilangsungkan dengan mematuhi protokol Covid-19, seperti wajib melakukan medical screening secara reguler, menggunakan masker, disediakan tempat cuci tangan, dan menjaga jarak. Hal tersebut demi menunjang kelangsungan kinerja proyek yang sesuai dengan target waktu yang diharapkan tanpa melupakan faktor kesehatan.

“Pemberlakuan protokol kesehatan di sini sangat bagus dan dikelola secara ketat. Seperti contoh sejak datang, kami wajib ke klinik untuk medical screening, lalu diwajibkan menggunakan masker, dan perusahaan menyediakan fasilitas pendukung lainnya seperti hand sanitizer, wastafel cuci tangan, dll,” ungkap Sunandar.

Sebagai informasi, pelaksanaan proyek PLTGU Jawa-1 dilakukan melalui dua unit usaha yakni PT Jawa Satu Power (JSP) dan PT Jawa Satu Regas (JSR). Adapun kepemilikan saham JSP dimiliki oleh konsorsium PPI (40%), Marubeni (40%), dan Sojitz (20%). Sedangkan saham JSR dimiliki oleh konsorsium PPI (26%), Marubeni (20%), Sojitz (10%), PT Humpuss Intermoda Transportasi (25%), dan Mitsui OSK Lines (MOL) 19%.

Selanjutnya: Pertamina gandeng ITDC kembangkan EBT di kawasan pariwisata

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari