Kemenko PM Dorong Optimalisasi Potensi Ekonomi Lokal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat upaya optimalisasi potensi lokal melalui pengembangan modal sosial dan ekonomi desa untuk mendorong kemandirian daerah yang berkelanjutan. Salah satu implementasinya dilakukan di Kabupaten Lampung Timur dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menegaskan pembangunan daerah perlu bertumpu pada sinergi pemerintah dan masyarakat. Ia menilai pendekatan top-down tidak cukup efektif tanpa keterlibatan aktif pelaku lokal.

“Kami hadir untuk memastikan program Perintis Berdaya berjalan sesuai kearifan lokal, dengan tujuan membangun kemandirian ekonomi desa melalui penguatan peran tokoh penggerak lokal,” ujarnya, Kamis (16/4).


Baca Juga: Kemenko PM Akan Perkuat Kebijakan Industri Gim

Dalam kegiatan tersebut, Kemenko PM juga menggelar Dialog Bersama Deputi (DBD) sebagai ruang penyerapan aspirasi pelaku usaha dan pengelola koperasi. Masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan kebijakan agar lebih responsif terhadap kebutuhan lapangan.

Program pemberdayaan difokuskan pada empat pilar, yakni inovasi digital, literasi keuangan, penguatan kewirausahaan, serta pelindungan pekerja migran. Di Lampung Timur, pendekatan ini diarahkan untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan sistem perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut yang dinilai sejalan dengan visi daerah Lampung Timur Makmur. Ia optimistis kolaborasi dengan pemerintah pusat dapat mengoptimalkan potensi pertanian dan UMKM desa.

Baca Juga: Kemenko PM Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Aceh

Sementara itu, Koordinator Program ILO PROTECT untuk Migrasi Kerja, Sinthia Harkrisnowo, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan literasi bagi pekerja migran agar lebih siap dan terlindungi saat bekerja di luar negeri.

Leontinus menegaskan perlindungan pekerja migran harus dimulai dari desa dengan memperkuat jejaring sosial sebagai benteng awal perlindungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News