Kemenko PM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program Perintis Berdaya Connect



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meluncurkan program Perintis Berdaya Connect yang menandai babak baru dalam upaya  memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pendekatan konektivitas dan pemberdayaan berbasis ekosistem.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison  menyebut program tersebut hadir sebagai ekosistem terpadu yang mempertemukan antara pengusaha usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, dan koperasi dengan mitra strategis untuk mencapai kemandirian ekonomi melalui partisipasi publik yang aktif.

“Perintis Berdaya Connect adalah jembatan nyata agar masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu naik kelas menjadi penggerak ekonomi,” ucap Leontinus dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).


Baca Juga: Relaksasi KUR untuk UMKM Terdampak Bencana, Penyaluran di Aceh Capai Rp 1,01 Triliun

Sebagai bentuk komitmen terhadap partisipasi publik, Leontinus membuka sesi dialog bertajuk “Dari Ruang Menjadi Peluang, Orkestrasi Ekosistem Usaha Masyarakat” bersama pelaku UMKM untuk menyerap langsung aspirasi dan kebutuhan mereka pada  saat peluncuran yang digelar di Bandung pada 12 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa penguatan UMKM merupakan arahan Presiden Prabowo sebagai fondasi ketahanan ekonomi nasional, sehingga kebijakan yang dirumuskan diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Usai dialog, kegiatan dilanjutkan dengan business matching yang mempertemukan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif dengan para ahli berbasis pendekatan people, process, and technology. Melalui forum ini, pelaku usaha juga difasilitasi untuk mengurus legalitas seperti SNI, sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) secara lebih cepat dan terintegrasi.

Baca Juga: UMKM Kantongi 44% Belanja Pengadaan, LKPP Dorong Perluasan Akses Lelang

Leontinus menyampaikan bahwa aspirasi yang muncul menunjukkan kebutuhan akan solusi yang cepat dan konkret, sehingga hasil dialog langsung ditindaklanjuti melalui layanan business matching yang berfokus pada percepatan legalitas dan perlindungan usaha UMKM.

Kemenko PM menyebut model Perintis Berdaya Connect akan direplikasi ke berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berdaya saing global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News