KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) meluncurkan strategi diplomasi energi bersih sebagai instrumen utama kebijakan luar negeri. Pemerintah menegaskan kemitraan internasional ke depan bukan hanya cukup berbasis investasi, melainkan harus menghasilkan transfer teknologi, produksi bersama, dan penguatan kapasitas industri nasional. Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN), Muhamad Takdir, menyatakan diplomasi energi perlu memastikan koherensi antara kebijakan luar negeri, strategi industri, dan agenda pembangunan. “Diplomasi transisi energi harus menjamin keadilan, saling menguntungkan, serta menghasilkan dampak pembangunan jangka panjang, khususnya bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kompetisi global yang semakin ketat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
Kemenlu Luncurkan Strategi Diplomasi Energi Bersih, Bidik Alih Teknologi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) meluncurkan strategi diplomasi energi bersih sebagai instrumen utama kebijakan luar negeri. Pemerintah menegaskan kemitraan internasional ke depan bukan hanya cukup berbasis investasi, melainkan harus menghasilkan transfer teknologi, produksi bersama, dan penguatan kapasitas industri nasional. Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN), Muhamad Takdir, menyatakan diplomasi energi perlu memastikan koherensi antara kebijakan luar negeri, strategi industri, dan agenda pembangunan. “Diplomasi transisi energi harus menjamin keadilan, saling menguntungkan, serta menghasilkan dampak pembangunan jangka panjang, khususnya bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kompetisi global yang semakin ketat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
TAG: