Kemenpar Genjot Event Daerah, Transaksi Ekonomi Capai Rp 888,52 Miliar



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Pariwisata melanjutkan sejumlah event hingga akhir 2026 untuk mendorong aktivitas ekonomi daerah dan memperluas peluang bisnis pelaku usaha. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, rangkaian Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 akan berlanjut melalui Indonesia Restaurant Months, Culinary Festival, dan Chef Collaboration di sejumlah kota. “Kami ingin menunjukkan bahwa akar tradisi dan kekayaan lokal Indonesia dapat menjadi kekuatan untuk membawa gastronomi kita menuju panggung dunia,” ujar Widiyanti dalam keterangan resminya, Kamis (08/10/2026).

Baca Juga: Bahlil Ungkap Sumur Rakyat di Aceh Siap Diserap Medco dan Pertamina Selain WIG, Kemenpar mendukung 125 event daerah melalui program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang tersebar di 38 provinsi. Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa mengatakan, event daerah menjadi salah satu penggerak kunjungan wisatawan dan ekonomi masyarakat. “Inilah yang ingin kita dorong melalui Event by Indonesia. Event bukan hanya menjadi atraksi, tetapi motor pergerakan wisatawan dan ekonomi daerah,” ungkapnya. Hingga 30 September 2026, sebanyak 89 event KEN telah terselenggara di 34 provinsi. Dari 78 event yang dikaji, tercatat 9,97 juta pengunjung dan transaksi ekonomi langsung Rp 888,52 miliar, belum termasuk multiplier effect. Kegiatan tersebut juga melibatkan 19.866 UMKM dan 120.642 pekerja seni, serta membuka lapangan kerja bagi 58.077 tenaga kerja. Kemenpar mencatat kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto nasional pada 2025 mencapai 4,78%. Realisasi investasi pariwisata juga meningkat 56,05% dari Rp 47,14 triliun pada 2024 menjadi Rp 73,56 triliun pada 2025. Widiyanti mengatakan, pemerintah mendorong pemerataan investasi ke 13 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Regeneratif serta kawasan ekonomi khusus pariwisata, termasuk untuk pengembangan atraksi wisata. “Investasi masih banyak terkonsentrasi di Bali dan Jakarta serta pada sektor amenitas. Karena itu, kami mendorong investasi yang lebih merata ke berbagai destinasi, termasuk 13 Destinasi Pariwisata Prioritas dan Regeneratif serta KEK Pariwisata, sekaligus memperluas investasi pada atraksi wisata,” pungkasnya. Dari sisi permintaan, kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari-Agustus 2026 mencapai 10,58 juta, tumbuh 5,38% secara tahunan. Perjalanan wisatawan nusantara tercatat 842,15 juta perjalanan, meningkat 4,29%.

Baca Juga: Industri Film Indonesia Hadapi Tantangan Pemerataan Layar dan Keberlanjutan Bisnis


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News