Kemenpar: Perekonomian Kepri disokong oleh sektor pariwisata



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami peningkatan berkat positifnya pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rizki Handayani mengatakan, prospek perekonomian Kepri sebanding dengan positifnya kunjungan wisman. “Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2019 dilaporkan sangat positif,” kata Rizki dalam keterangan persnya, Rabu (12/6).

Sekedar informasi, perekonomian Kepri triwulan II-2019 diprediksi tumbuh 4,9% sampai 5,3%. Capaian ini naik dari triwulan I-2019 sebesar 4,76%. Untuk pergerakan inflasinya diperkirakan berada pada angka 3,5% sampai 1% (yoy).


Nah, perekonomian Kepri, kata Rizki disokong jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu tersebut. Sepanjang Januari-Maret 2019, wisman yang berkunjung mengalami kenaikan hingga 12,57%. Angka riilnya adalah 672.177 orang. Pada periode sama tahun sebelumnya, pergerakan wisman hanya berkisar 597.107 orang.

“Pariwisata di Kepri terus berkembang. Ada banyak value yang didapatkan dari aktivitas ini, khususnya ekonomi. Industri pariwisata dan masyarakat luas mendapatkan akses bagus secara ekonomi di sana. Kami optimistis, pergerakannya secara keseluruhan akan makin membaik di periode bulan-bulan berikutnya,” sebut Rizki.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan optimalisasi pergerakan wisman terlihat dari 4 pintu masuk di Kepri.

Wisatawan yang masuk melalui Batam sebanyak 69,54%, atau sekitar 460.710 wisman. Sedangkan melalui Bintan mencapai 21,23% dengan pergerakan 142.671 wisman. Wisman yang datang melalui Tanjungpinang sebesar 5,67% atau 38.104 wisman, lalu 4,57% atau 30.692 wisman masuk dari Karimun.

“Pergerakan wisman memberikan dampak positif. Kehadirannya turut menggerakkan perekonomian di Kepri. Mereka melakukan transaksi untuk membeli kuliner, beragam cenderamata, juga lainnya. Ada banyak keuntungan ekonomi yang dinikmati masyarakat Kepri,” imbuh Dessy Ruhati.

Melesatnya pergerakan wisman di Kepri didominasi wisatawan Singapura. Sepanjang triwulan I-2019, kunjungan wisatawan Singapura mencapai 310.367 orang. Diikuti Malaysia dengan 69.852 orang dan Tiongkok dengan 68.446 orang.

“Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga pergerakan wisman tetap positif di Kepri. Pergerakan dari wisatawan Singapura memang sangat bagus. Meski demikian, negara lain tetap memiliki potensi sama besar. Untuk itu branding besar diberikan merata. Kami yakin, pergerakan wisman di luar top 3 Kepri akan optimal hingga akhir tahun,” kata Dessy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .