KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif memacu daya saing industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar semakin kompetitif di pasar domestik maupun global. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pemberian bantuan desain kemasan dan merek. “Kami berharap, melalui bantuan ini, kualitas kemasan produk IKM akan semakin meningkat, baik dari aspek bahan kemasan, desain, labelling hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI),” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulis pada Rabu (29/11). Gati memastikan, upaya tersebut dapat memberikan nilai tambah serta menjadi faktor pembeda dari produk kompetitor sejenis dalam menghadapi persaingan perdagangan global. “Kami juga ingin para IKM yang difasilitasi dapat menjadi pionir untuk memacu daya saing IKM yang lain,” ujarnya. Sebanyak 96 IKM telah difasilitasi dalam program bantuan desain kemasan dan merek ini, yang meliputi wilayah Jambi, Magelang (Jawa Tengah), Kabupaten Dharmasraya (Sumatera Barat), dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah). Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Klinik Pengembangan Desain Kemasan dan Merek di bawah binaan Direktorat Jenderal IKM Kemenperin. “Pemberian bantuan ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan bimbingan dan konsultasi pengembangan Desain Kemasan dan Merek serta HKI yang telah diselenggarakan bulan Oktober 2017,” ungkap Gati.
Kemenperin bantu desain kemasan dan merek UKM
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif memacu daya saing industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar semakin kompetitif di pasar domestik maupun global. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pemberian bantuan desain kemasan dan merek. “Kami berharap, melalui bantuan ini, kualitas kemasan produk IKM akan semakin meningkat, baik dari aspek bahan kemasan, desain, labelling hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI),” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulis pada Rabu (29/11). Gati memastikan, upaya tersebut dapat memberikan nilai tambah serta menjadi faktor pembeda dari produk kompetitor sejenis dalam menghadapi persaingan perdagangan global. “Kami juga ingin para IKM yang difasilitasi dapat menjadi pionir untuk memacu daya saing IKM yang lain,” ujarnya. Sebanyak 96 IKM telah difasilitasi dalam program bantuan desain kemasan dan merek ini, yang meliputi wilayah Jambi, Magelang (Jawa Tengah), Kabupaten Dharmasraya (Sumatera Barat), dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah). Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Klinik Pengembangan Desain Kemasan dan Merek di bawah binaan Direktorat Jenderal IKM Kemenperin. “Pemberian bantuan ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan bimbingan dan konsultasi pengembangan Desain Kemasan dan Merek serta HKI yang telah diselenggarakan bulan Oktober 2017,” ungkap Gati.