JAKARTA. Kementerian Perindustrian akan mengembangkan sekolah menengah kejuruan (SMK) di lingkungan Kementerian Perindustrian. Saat ini di Kementerian Perindustrian telah memiliki 9 SMK yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hingga tahun 2014 nanti, Kementerian Perindustrian akan menambah jumlah sekolah ini menjadi dua kali lipatnya. "Berdasarkan survei Kemenprin dibutuhkan penyiapan terutama kurikulum baru yang up to date yang dibutuhkan bagi kalangan industri,"ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat seusai penandatanganan MOU dengan Menteri Pendidikan Nasional Rabu (9/6).Kementerian perindustrian bakal berkolaborasi dengan kementerian Pendidikan Nasional untuk pengembangan kurikulumnya. Untuk itu, hari ini Kemenprin melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan Nasional untuk pembinaan SMK.Penambahan jumlah SMK yang memiliki kurikulum spesifik ini juga dilakukan untuk mendukung upaya penyebaran industri dari Pulau Jawa ke luar pulau Jawa. Pasalnya, sampai saat ini sekitar 75% sektor industri terpusat di wilayah Pulau Jawa. Targetnya dalam 2 - 3 tahun ke depan porsi industri di Jawa tinggal 60%. Dus, harus didukung dengan penyebaran SDM yang memiliki ketrampilan di bidang industri.Menteri Pendidikan Nasional M.Nuh menambahkan kurikulum SMK memang dibuat dengan bidang studi yang spesifik sehingga lebih memudahkan untuk beradaptasi dengan perkembangan yang ada. "Dengan kerjasama ini diharapkan dari sisi kebutuhan riil di lapangan khususnya kebutuhan di perindustrian akan bisa terjawab," kata M Nuh. Ia menambahkan, dengan penyusunan kurikulum yang tepat, nantinya juga memungkinkan anak SMK untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.Untuk diketahui, sejak tahun 1950 Kementerian Perindustrian telah mengembangkan SMK untuk mendukung penyiapan tenaga kerja industri yang siap pakai. Saat ini Kemenprin telah memiliki sembilan SMK yang tersebar di seluruh Indonesia. Kesembilan SMK itu anyara lain Sekolah Menengah Teknik Industri (SMTI) Yogyakarta, SMTI Makassar, SMTI Banda Aceh, SMTI Padang, SMTI Tanjung Karang, SMTI Pontianak, Sekolah Menengan Analis Kimia (SMKA) Bogor, SMAK Makassar dan SMAK Padang. Hingga saat ini sembilan unit pendidikan kejuruan ini sejak awal pendirian sampai tahun ajaran 2008/2009 telah memiliki 31.351 lulusan.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Kemenprin Tambah 9 SMK Dengan Kurikulum yang Up To Date
JAKARTA. Kementerian Perindustrian akan mengembangkan sekolah menengah kejuruan (SMK) di lingkungan Kementerian Perindustrian. Saat ini di Kementerian Perindustrian telah memiliki 9 SMK yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hingga tahun 2014 nanti, Kementerian Perindustrian akan menambah jumlah sekolah ini menjadi dua kali lipatnya. "Berdasarkan survei Kemenprin dibutuhkan penyiapan terutama kurikulum baru yang up to date yang dibutuhkan bagi kalangan industri,"ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat seusai penandatanganan MOU dengan Menteri Pendidikan Nasional Rabu (9/6).Kementerian perindustrian bakal berkolaborasi dengan kementerian Pendidikan Nasional untuk pengembangan kurikulumnya. Untuk itu, hari ini Kemenprin melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan Nasional untuk pembinaan SMK.Penambahan jumlah SMK yang memiliki kurikulum spesifik ini juga dilakukan untuk mendukung upaya penyebaran industri dari Pulau Jawa ke luar pulau Jawa. Pasalnya, sampai saat ini sekitar 75% sektor industri terpusat di wilayah Pulau Jawa. Targetnya dalam 2 - 3 tahun ke depan porsi industri di Jawa tinggal 60%. Dus, harus didukung dengan penyebaran SDM yang memiliki ketrampilan di bidang industri.Menteri Pendidikan Nasional M.Nuh menambahkan kurikulum SMK memang dibuat dengan bidang studi yang spesifik sehingga lebih memudahkan untuk beradaptasi dengan perkembangan yang ada. "Dengan kerjasama ini diharapkan dari sisi kebutuhan riil di lapangan khususnya kebutuhan di perindustrian akan bisa terjawab," kata M Nuh. Ia menambahkan, dengan penyusunan kurikulum yang tepat, nantinya juga memungkinkan anak SMK untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.Untuk diketahui, sejak tahun 1950 Kementerian Perindustrian telah mengembangkan SMK untuk mendukung penyiapan tenaga kerja industri yang siap pakai. Saat ini Kemenprin telah memiliki sembilan SMK yang tersebar di seluruh Indonesia. Kesembilan SMK itu anyara lain Sekolah Menengah Teknik Industri (SMTI) Yogyakarta, SMTI Makassar, SMTI Banda Aceh, SMTI Padang, SMTI Tanjung Karang, SMTI Pontianak, Sekolah Menengan Analis Kimia (SMKA) Bogor, SMAK Makassar dan SMAK Padang. Hingga saat ini sembilan unit pendidikan kejuruan ini sejak awal pendirian sampai tahun ajaran 2008/2009 telah memiliki 31.351 lulusan.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News