Kemensos Kirim 48 Ton Beras dan Bantuan Rp 4,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat penyaluran bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemensos mengirimkan 48 ton beras dan bantuan logistik kebencanaan dengan total nilai sekitar Rp 4,518 miliar.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengatakan bantuan tersebut telah mulai digerakkan sejak Sabtu (15/8/2026) untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.

“Dalam situasi darurat tentunya kita akan memberikan kebutuhan-kebutuhan darurat, seperti permakanan, tenda untuk pengungsi, pakaian, termasuk pakaian ibu, pakaian anak-anak, dan kebutuhan darurat yang lain,” kata Agus di BaseOps SUMA 1, Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma, dikutip dari keterangan pers, Minggu (116/8/2026).


Baca Juga: Pemerintah Patok Anggaran Pendidikan 2027 Naik Jadi Rp 820,9 Triliun

Dari total bantuan tersebut, Sentra Efata Kupang mengirimkan bantuan senilai Rp 1,015 miliar ke Kabupaten Nagekeo. Bantuan terdiri atas velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, Kids Ware, dan tenda serbaguna.

Selain itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menggerakkan bantuan senilai sekitar Rp 541,6 juta untuk Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur. Bantuan berupa tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna.

Kemensos juga mengirimkan dua paket bantuan dari gudang pusat Kemensos di Bekasi dengan nilai hampir Rp 3 miliar. Bantuan tersebut dalam proses pengiriman menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang.

Bantuan dari gudang pusat mencakup 6.000 paket makanan siap saji, tenda gulung, tenda keluarga, tenda serbaguna, tenda induk, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.

Agus mengatakan, Kemensos juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait untuk memastikan bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.

Menurutnya, kondisi darurat membuat kebutuhan masyarakat harus segera dipenuhi, termasuk logistik, BBM, listrik, hingga jaringan komunikasi.

“Kita akan hadir di sana, kemudian akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Baca Juga: Gempa M 7,7 Flores, BNPB Targetkan Listrik hingga Komunikasi Pulih 7 Hari

Kemensos bersama rombongan pemerintah juga dijadwalkan melakukan koordinasi di Ende pada hari ini, Minggu (16/8/2026) sebelum meninjau sejumlah wilayah terdampak. Kabupaten Nagekeo menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena dilaporkan mengalami dampak cukup parah.

Agus menyebut rombongan kemungkinan menempuh jalur darat dari Ende menuju Nagekeo untuk melihat kondisi secara langsung.

“Kemungkinan kita akan jalur darat dari Ende ke Nagekeo, karena di sana cukup parah, termasuk kalau dimungkinkan kita akan mendatangi tempat-tempat lain,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News