Kementan Dorong Pengembangan Bebek Petelur untuk Berwirausaha



KONTAN.CO.ID -  BOGOR. Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong generasi milenial untuk menjadi petani dan peternak. Untuk itu, Kementan mendukung upaya pengembangan ternak bebek petelur bagi generasi muda termasuk mahasiswa.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor Syaifuddin Anwar mengatakan bebek petelur menjadi komoditas peternakan yang dapat dikembangkan dalam berwirausaha.

"Hal ini mempertimbangkan perawatan yang cukup mudah dan peluang untuk pasar telur yang masih terbuka lebar," katanya dalam siaran pers Kementan, Jumat (10/2).


Baca Juga: Lewat Garasi Organik, Pertamina Field Subang dorong pengembangan tani-ternak

Hal ini dikatakan Syaifuddin merespons The Duck Farm, kelompok usaha mahasiswa tingkat dua jurusan peternakan Polbangtan beranggotakan tiga mahasiswa yakni Yusuf Al Qardhawi, Wafa Nur Ambia, dan Siti Maimuna.

Ketiganya memulai wirausaha di kalangan mahasiswa Polbangtan Bogor, dengan mengikuti Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) berupa program yang ditawarkan Kementerian Pertanian RI dengan membentuk kelompok usaha.

Kelompok The Duck Farm ini mengawali bisnis bebek pada 2022, sementara untuk permodalan, mereka menerima manfaat Hibah Kompetitif dari Program YESS PPIU Jabar yang digunakan untuk perbaikan fasilitas kandang termasuk peralatan dan penyediaan bebek petelur dengan umur 4,5 bulan.

The Duck Farm mengembangkan bebek petelur dari jenis lokal, Mojosari. Saat ini populasi yang dipelihara adalah 50 ekor siap bertelur (layer) yakni 50 betina berproduksi rata-rata per hari 35 hingga 40 butir telur.

Baca Juga: Potensi Besar, Rapsel Sarankan ID FOOD Bangun Industri Pangan Berbasis Pesantren

“Kami melakukan usaha ini, sebagai sarana belajar untuk kami pribadi bagaimana melakukan pemeliharaan  petelur yang tepat sehingga bisa berproduksi tinggi," kata Yusuf.

Menurutnya, untuk memulai belajar cara me-manage waktu yang tepat dan juga belajar mengelola dan menginvestasikan uang dengan tepat dan lebih bermanfaat.

Yusuf menambahkan, pemeliharaan yang dilakukan sama dengan pemeliharaan ternak pada umumnya, yakni memberikan pakan, air minum di pagi, siang dan sore hari memanen telur di pagi hari dan sanitasi kandang dan lingkungan kandang secara rutin serta pembuatan telur asin.

Menurut Wafa Nur Ambia faktor tempat dan pemeliharaan adalah hal yang penting dalam beternak bebek. Sebab jika stres karena tempatnya tidak nyaman, produksi telur bebek menurun.

Untuk penjualan telur bebek mentah dihargai Rp 2.500 per butir sedangkan untuk telur asin dijual dengan harga Rp 4.000 per butir dipasarkan di sekitar kampus serta pasar swalayan Cigombong - Caringin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli