KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran Rp 30 hingga 40 miliar untuk program pembibitan kopi pasca bencana di Sumatera dan Aceh. Hal itu ditegaskan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Rabu (6/5/2026). "Anggarannya sudah kami siapkan tadi kurang lebih Rp 30 sampai 40 miliar untuk kopi," kata Amran. Amran menyebut pihaknya akan bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi Universitas Syiah Kuala, Aceh dalam mengembangkan perbibitan Kopi.
Baca Juga: Bapanas Perluas Bantuan Pangan Beras Fortifikasi, Bidik Wilayah Rawan via FSVA "Aku sudah ketemu tadi rektor. Datang pagi-pagi dengan Pak Dijon. Kita akan kembangkan kerja sama dengan rektor Unsyiah. Bangun pembibitan. Bersama-sama bangun kembali,” ungkap Amran. Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan Kementerian Pertanian telah menjalankan program penanaman kembali (
replanting) sejak dua tahun lalu. Salah satu sasaran program tersebut adalah perkebunan kopi di Aceh yang dinilai sebagai salah satu komoditas unggulan. “Kalau
replanting kan kami jalan sudah dari tahun lalu, ya. Kopi, kemudian kakao kami sudah, peremajaan itu semua kan?” ujar Sudaryono, Rabu (29/4/2026). Sudaryono menyebut, pemerintah menganggarkan penanaman ulang tanaman kopi khusus untuk daerah Gayo. Program tersebut menggunakan anggaran peremajaan 9 komoditas perkebunan strategis senilai Rp 9,95 triliun yang digelontorkan dalam waktu tiga tahun. Anggaran itu digelontorkan karena banyak tanaman komoditas perkebunan diketahui telah berumur tua sehingga produktivitasnya menurun.
Baca Juga: Pekerja Formal Baru 40%, Pemerintah Dorong Industri dan Serapan Kerja “Untuk bagaimana menempatkan semua sektor perkebunan kita yang tadinya juara itu kembali juara lagi. Kopi, kakao, kelapa, kemudian pala, lada, mete, kemudian gambir, termasuk tebu di situ, ya,” kata Sudaryono.
Sementara itu, Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) menyebut harga biji kopi arabika di pasar lokal dilaporkan naik 30% hingga 40%. AEKI mencatat, harga biji arabika naik dari US$ 6,5 per kilogram menjadi US$ 9,3 hingga US$ 9,5 per kilogram. “Sempat mencapai level tertingginya pada bulan Januari 2026 di level 10 dollar AS (per kilogram) lebih,” kata Ketua Kompartemen Industri dan Specialty Coffee AEKI Moelyono Soesilo, Jumat (24/4/2026). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News