KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian BUMN tengah menggodok rencana untuk mengintegrasikan pengelolaan aset dana pensiun pelat merah dengan menunjuk IFG sebagai pengelolanya melalui anak perusahaan Bahana TCW. Melihat rencana tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Moeljadi pun bilang bahwa sejatinya selama ini Dana Pensiun itu investasinya sudah sesuai arahan investasi dari pendiri dan dewan pengawas. Ia pun menegaskan bahwa tidak tercapainya investasi itu bukan karena korupsi melainkan dampak dari investasi yang dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang hasil kurang baik tidak mencapai target dan NAB rendah. “Dana Pensiun jangan disamaratakan dengan Asuransi Jiwasraya atau Asabri,” ujar Bambang kepada KONTAN, Rabu (1/6).
Kementerian BUMN Bakal Integrasikan Pengelolaan Aset Dana Pensiun, Ini Kata ADPI
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian BUMN tengah menggodok rencana untuk mengintegrasikan pengelolaan aset dana pensiun pelat merah dengan menunjuk IFG sebagai pengelolanya melalui anak perusahaan Bahana TCW. Melihat rencana tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Moeljadi pun bilang bahwa sejatinya selama ini Dana Pensiun itu investasinya sudah sesuai arahan investasi dari pendiri dan dewan pengawas. Ia pun menegaskan bahwa tidak tercapainya investasi itu bukan karena korupsi melainkan dampak dari investasi yang dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang hasil kurang baik tidak mencapai target dan NAB rendah. “Dana Pensiun jangan disamaratakan dengan Asuransi Jiwasraya atau Asabri,” ujar Bambang kepada KONTAN, Rabu (1/6).