Kementerian ESDM Berburu Sumber Minyak Baru Setelah RI Kehilangan 25% Impor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah mencari sumber minyak alternatif dari negara lain untuk menjaga ketahanan pasokan dalam negeri setelah Indonesia kehilangan sekitar 25% sumber impor akibat konflik Timur Tengah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, konflik di Timur Tengah sejak awal tahun telah memperketat pasokan minyak global sehingga sejumlah sumber impor Indonesia ikut terdampak.

"Sejak terjadinya konflik di Timur Tengah kita kehilangan 25% sumber impor," kata Laode dalam tayangan YouTube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (8/10/2026).


Baca Juga: Lemigas Menjadi BLU yang Bisa Impor Minyak

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah kini melakukan hunting atau mencari langsung negara-negara yang memiliki surplus stok minyak.

Mekanisme ini ditempuh karena pengadaan melalui lelang yang sebelumnya dilakukan PT Pertamina menghadapi kendala minimnya peserta yang bersedia memasok minyak ke Indonesia.

"Dengan hunting ini, kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok," ujar Laode.

Namun, metode tersebut berpotensi membuat harga pembelian BBM menjadi lebih tinggi dibandingkan pengadaan melalui mekanisme normal.

Pemerintah tetap menempuh langkah ini untuk memastikan pasokan minyak bagi kebutuhan dalam negeri tetap tersedia.

Di sisi lain, Laode memastikan ketahanan stok BBM nasional masih dijaga pada level 18-20 hari. Menurut dia, antrean panjang di sejumlah SPBU tidak serta-merta menunjukkan adanya kekurangan pasokan secara nasional.

Baca Juga: Pemerintah Atur Skema Baru Impor Minyak

Salah satu kendala di lapangan berkaitan dengan distribusi akibat kondisi cuaca.

Fenomena El Nino, misalnya, dapat menyebabkan sungai mengering sehingga pengiriman BBM yang biasanya menggunakan jalur sungai harus dialihkan menggunakan truk dengan kapasitas angkut lebih kecil.

Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi kendala distribusi dan memastikan penyaluran BBM di lapangan tetap berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News