Kementerian ESDM: Insentif Royalti 0% Dapat Mendorong Hilirisasi Batubara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai pemberian insentif iuran produksi atau royati 0% dapat mendorong program hilirisasi batubara.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Lana Saria menjelaskan, dukungan insentif dibutuhkan para pelaku usaha untuk mendorong keekonomian proyek hilirisasi. Insentif ini termasuk pengenaan royalti 0% untuk batubara yang digunakan sebagai bahan baku hilirisasi.

"Kebijakan untuk pemberian insentif royalti ini dipertimbangkan agar memberikan kepastian kelayakan proyek sehingga dapat mendorong percepatan terlaksananya kegiatan hilirisasi batubara," terang Lana ketika dihubungi Kontan, Senin (2/1).


Lana melanjutkan, dukungan insentif lainnya akan dibahas pada tahun ini.

Baca Juga: Komisi VII Minta Pemerintah Selektif Berikan Royalti 0% untuk Hilirisasi Batubara

Lana menjelaskan, sampai saat ini pembangunan fasilitas hilirisasi batubara di Indonesia belum sepenuhnya memasuki tahapan komersial.

Menurutnya, kebutuhan investasi yang besar jadi salah satu tantangan dalam pengembangan hilirisasi batubara khususnya untuk gasifikasi batubara.

Lana menambahkan, saat ini terdapat dua proyek gasifikasi batubara di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yakni Gasifikasi Batubara “Coal to DME” di Tanjung Enim (PT Bukit Asam) dan Gasifikasi Batubara “Coal to Methanol” di Kaltim (PT Kaltim Prima Coal). 

"Diharapkan 2 proyek ini dapat terwujud sebagai pioneer gasifikasi batubara di Indonesia dalam rangka menuju kemandirian energi dan industri kita serta mendukung pertumbuhan ekonomi," pungkas Lana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi