Kementerian PUPR akan Lelang Lima Ruas Tol Tahun Ini, Berikut Daftarnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan, akan ada lima ruas jalan tol yang rencananya akan dilelang tahun ini.

Beberapa ruas jalan tol yang dalam tahap pelelangan antara lain, pertama, tol Kamal-Teluknaga-Rajeg sepanjang 39,2 Km dengan nilai investasi Rp 18,76 triliun. 

Status saat ini adalah evaluasi oleh tim penjamin mutu. Rencananya, perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) akan dilakukan pada kuartal II-2023.


Kedua, Cikunir-Ulujami sepanjang 21,5 Km dengan nilai investasi Rp 21,56 triliun. Status saat ini adalah proses negosiasi. Adapun rencananya PPJT akan dilakukan pada kuartal II-2023.

Baca Juga: KPK Ungkap Temuan Masalah Tata Kelola Jalan Tol, Potensi Kerugian Negara Rp 4,5 T

Ketiga, Kediri-Tulungagung sepanjang 44,51 Km dengan nilai investasi Rp 10,25 triliun. Status saat ini adalah proses evaluasi dokumen penawaran sampul I. Rencananya PPJT akan dilakukan pada kuartal II-2023.

Keempat, Bogor-Serpong via Parung sepanjang 31,12 Km dengan nilai investasi Rp 8,95 triliun. Status saat ini adalah pembahasan jawaban pertanyaan Aanwzjing oleh panitia. Rencananya PPJT akan dilakukan pada kuartal III-2023.

Kelima, Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,5 Km dengan nilai investasi Rp 15,37 triliun. Status saat ini adalah konfirmasi update dokumen dari DJPI. Rencananya PPJT akan dilakukan pada kuartal III-2023.

"Untuk yang dua terakhir ini masuk dalam jaringan jalan (tol) JORR III," ucap Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR, Selasa (28/3).

Baca Juga: Kementerian PUPR Mulai Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban

Selanjutnya, terdapat beberapa ruas jalan tol prakarsa pemerintah yang dalam tahap persiapan dan telah memiliki studi kelayakan. 

Antara lain, tol Samarinda-Bontang, tol Cibadak-Pelabuhan Ratu, akses menuju IKN dari Kota Balikpapan, Bandar Udara Supadio-Pelabuhan Kijing, dan Lingkar Timur-Selatan Kota Surakarta.

"Semuanya ini membutuhkan dukungan konstruksi pemerintah," tutur Danang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi