KONTAN.CO.ID - BATAM. Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan bantuan 16 perahu untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi Tanjung Banon, Rempang, Batam, Kepulauan Riau. Bantuan ini diarahkan untuk menunjang aktivitas perikanan sekaligus membuka peluang usaha wisata bahari bagi warga setempat. Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, bantuan perahu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat selama masa transisi. Pemerintah juga berencana mengembangkan desa nelayan beserta dermaga untuk menunjang aktivitas warga. “Kita sudah memberikan juga bantuan misalkan perahu. Ada 16 perahu yang kita berikan. Itu bisa langsung nanti kita kembangkan untuk ada desa nelayan, ya ada dermaganya untuk aktivitas sosial,” ujar Iftitah saat ditemui di sela Festival Transmigrasi di Tanjung Banon, Rempang, Sabtu (10/10/2026). Baca Juga: Kementrans Dorong Revisi UU untuk Optimalkan Potensi Lahan Transmigrasi Selain mendukung kegiatan perikanan, bantuan perahu tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan wisata bahari. Iftitah menyebut sebagian masyarakat setempat telah membuka pasar ikan, sehingga aktivitas ekonomi berbasis perikanan mulai berkembang di kawasan tersebut. “Sudah juga masyarakat banyak yang membuka pasar ikan. Kemudian yang kedua juga untuk pariwisata baharinya,” kata Iftitah. Pengembangan ekonomi masyarakat pesisir di Tanjung Banon juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Batam bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa program tersebut telah diresmikan dan disertai pemberian berbagai bibit kepada masyarakat. Dukungan ini melengkapi upaya pengembangan kegiatan ekonomi warga di kawasan Tanjung Banon. Ke depan, pengembangan sektor perikanan, pertanian, dan wisata bahari diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat Rempang. Dengan begitu, warga memiliki alternatif sumber penghasilan yang dapat dikembangkan sesuai potensi kawasan. Baca Juga: Kawasan Transmigrasi Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Baru
Kementrans Salurkan 16 Perahu untuk Kembangkan Ekonomi Warga Rempang
KONTAN.CO.ID - BATAM. Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan bantuan 16 perahu untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi Tanjung Banon, Rempang, Batam, Kepulauan Riau. Bantuan ini diarahkan untuk menunjang aktivitas perikanan sekaligus membuka peluang usaha wisata bahari bagi warga setempat. Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, bantuan perahu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat selama masa transisi. Pemerintah juga berencana mengembangkan desa nelayan beserta dermaga untuk menunjang aktivitas warga. “Kita sudah memberikan juga bantuan misalkan perahu. Ada 16 perahu yang kita berikan. Itu bisa langsung nanti kita kembangkan untuk ada desa nelayan, ya ada dermaganya untuk aktivitas sosial,” ujar Iftitah saat ditemui di sela Festival Transmigrasi di Tanjung Banon, Rempang, Sabtu (10/10/2026). Baca Juga: Kementrans Dorong Revisi UU untuk Optimalkan Potensi Lahan Transmigrasi Selain mendukung kegiatan perikanan, bantuan perahu tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan wisata bahari. Iftitah menyebut sebagian masyarakat setempat telah membuka pasar ikan, sehingga aktivitas ekonomi berbasis perikanan mulai berkembang di kawasan tersebut. “Sudah juga masyarakat banyak yang membuka pasar ikan. Kemudian yang kedua juga untuk pariwisata baharinya,” kata Iftitah. Pengembangan ekonomi masyarakat pesisir di Tanjung Banon juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Batam bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa program tersebut telah diresmikan dan disertai pemberian berbagai bibit kepada masyarakat. Dukungan ini melengkapi upaya pengembangan kegiatan ekonomi warga di kawasan Tanjung Banon. Ke depan, pengembangan sektor perikanan, pertanian, dan wisata bahari diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat Rempang. Dengan begitu, warga memiliki alternatif sumber penghasilan yang dapat dikembangkan sesuai potensi kawasan. Baca Juga: Kawasan Transmigrasi Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Baru