JAKARTA. Kemerosotan harga batubara sudah berlangsung dalam tujuh hari terakhir. Tekanan datang dari berbagai arah, memberikan gambaran masa depan batubara yang belum membaik. Mengutip Bloomberg, Selasa (8/12) harga batubara kontrak pengiriman Januari 2016 di ICE Futures Exchange merosot 0,56% ke level US$ 52,35 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Sepanjang pekan terakhir, harga bahkan sudah terkikis 1,96%. Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures menjelaskan tekanan terbesar bagi batubara datang dari kemerosotan tajam harga minyak dunia. Itu menjadi sinyal negatif bagi harga komoditas termasuk batubara. Sebabnya, kejatuhan harga minyak signifikan dan terus memburuk hari ke hari.
Kemerosotan harga minyak menyeret batubara
JAKARTA. Kemerosotan harga batubara sudah berlangsung dalam tujuh hari terakhir. Tekanan datang dari berbagai arah, memberikan gambaran masa depan batubara yang belum membaik. Mengutip Bloomberg, Selasa (8/12) harga batubara kontrak pengiriman Januari 2016 di ICE Futures Exchange merosot 0,56% ke level US$ 52,35 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Sepanjang pekan terakhir, harga bahkan sudah terkikis 1,96%. Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures menjelaskan tekanan terbesar bagi batubara datang dari kemerosotan tajam harga minyak dunia. Itu menjadi sinyal negatif bagi harga komoditas termasuk batubara. Sebabnya, kejatuhan harga minyak signifikan dan terus memburuk hari ke hari.