Kemhub: Surya Air milik Gudang Garam baru wacana



JAKARTA. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Herry Bakti S Gumay memastikan rencana PT Gudang Garam Tbk (GGRM) untuk masuk ke industri penerbangan melalui PT Surya Air masih wacana."Belum ada permohonan dari Gudang Garam untuk membentuk Surya Air masuk ke kami, mungkin baru wacana," kata Herry, Rabu (20/10). Mantan Administrator Bandara Soekarno-Hatta tersebut menjelaskan, pemerintah tidak akan membatasi pihak mana pun untuk masuk ke industri penerbangan. Mengingat pasar penumpang domestik maupun internasional dari Indonesia masih sangat besar."Untuk bisa membentuk maskapai, mereka harus mendapatkan Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) dan Air Operator Certificate (AOC). Nah untuk bisa mendapatkan itu mereka harus melaporkan rencana bisnis, struktur permodalan dan sebagainya ke pihak kami," jelasnya.Sebelumnya, diberitakan Gudang Garam mulai mengembangkan bisnisnya ke industri penerbangan. Dengan mendirikan anak usaha bernama PT Surya Air pada 15 Oktober lalu. Surya Air akan menggeluti bisnis pengangkutan udara niaga tidak berjadwal.Untuk mendirikan perusahaan anyar ini, Gudang Garam menggelontorkan modal sebesar Rp 74,99 miliar. Dengan setoran modal sebesar ini, perusahaan rokok asal Kediri, Jawa Timur, ini mengantongi 99,99% saham Surya Air."Kami mengharapkan pendirian anak perusahaan ini dapat menunjuang bisnis inti perseroan," tulis Heru Budiman, Sekretaris Perusahaan GGRM dalam keterbukaan informasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: