Kemilau emas mendongkrak kinerja Pegadaian



JAKARTA. Tren pemulihan harga emas yang berangsur terjadi membawa berkah melimpah bagi PT Pegadaian (Persero). Setelah mencatatkan rapor merah pada kinerja keuangan di sepanjang tahun lalu, akhirnya perusahaan pembiayaan pelat merah ini membukukan kinerja kinclong pada kuartal pertama tahun ini.

Hingga akhir Maret 2015, Dwi Agus Pramudya, Direktur Pegadaian mengatakan, total pembiayaan yang disalurkannya mencapai Rp 29,9 triliun yang terdiri dari 95% pembiayaan emas dan 5% non emas. Pencapaian itu tercatat tumbuh 15% ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Adapun, akhir tahun lalu, total pembiayaan yang disalurkan Pegadaian mencapai Rp 27,7 triliun. Artinya, ada tambahan outstanding pembiayaan sekitar Rp 2,2 triliun selama tiga bulan pertama. Kalau dihitung-hitung, pembiayaan baru yang disalurkan di kuartal pertama ini diproyeksi sekitar Rp 6 triliun.


"Pertumbuhan positif pembiayaan kami pada kuartal pertama tahun ini dikarenakan harga emas relatif stabil setelah jatuh cukup dalam pada tahun 2013 dan 2014. Kecenderungannya bahkan menguat karena penguatan nilai tukar. Di samping itu, karena upaya-upaya yang kami lakukan sepanjang tahun lalu mulai menunjukkan hasil," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (1/4).

Upaya yang dilakukan manajemen, antara lain menghadirkan program Kemilau Emas. Program ini dimaksudkan untuk menambah panjang daftar nasabah perseroan. Terbukti, saat ini, nasabah aktif Pegadaian mencapai 6,5 juta orang atau meningkat 12% ketimbang tahun lalu yang sebanyak 5,8 juta orang.

Selain itu, Pegadaian juga semakin agresif melakukan aktivitas usaha gadai non emas. Umumnya, gadai untuk kendaraan bermotor. Sejak Agustus 2014 lalu, perseroan membuka sentra gadai mobil di kantor di Bidaracina yang mampu menampung agunan nasabah hingga 200 - 250 unit.

Apabila iklim usaha yang kondusif ini terus berlangsung, Dwi optimistis, pihaknya bisa mencapai target pembiayaan sebesar Rp 33 triliun sampai akhir tahun atau tumbuh sekitar 19% - 20% jika dibandingkan realisasi tahun lalu.

Tidak hanya itu, perseroan juga optimistis mampu mencapai laba sesuai target, yaitu Rp 1,75 triliun. "Sampai Februari 2015, laba kami sekitar Rp 340 miliar. Diperkirakan, kuartal pertama ini, laba kami tembus Rp 500 miliar," imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto