JAKARTA. Pendataan kegiatan ekspor-impor bakal dibuat secara online dan real time. Sebagai langkah awal, Kementerian Keuangan (Kemkeu), Bank Indonesia (BI) dan Biro Pusat Statistik (BPS) telah meneken Nota Kesepahaman (MoU) pertukaran data terkait kegiatan ekspor dan impor. "MoU ini akan sangat memperbaiki akurasi, validitas, dan kecepatan data. Selama ini sudah ada tapi sifatnya masih manual," ungkap Gubernur BI Darmin Nasution, Rabu (10/8). Bagi BI, MoU ini akan sangat membantu untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam menerbitkan data neraca pembayaran dan aspek moneter lain. Tapi Darmin belum dapat memastikan kapan akses data ekspor impor secara online dan real time akan bisa diterapkan di seluruh Indonesia.
Kemkeu, BI dan BPS teken MoU pertukaran data ekspor impor
JAKARTA. Pendataan kegiatan ekspor-impor bakal dibuat secara online dan real time. Sebagai langkah awal, Kementerian Keuangan (Kemkeu), Bank Indonesia (BI) dan Biro Pusat Statistik (BPS) telah meneken Nota Kesepahaman (MoU) pertukaran data terkait kegiatan ekspor dan impor. "MoU ini akan sangat memperbaiki akurasi, validitas, dan kecepatan data. Selama ini sudah ada tapi sifatnya masih manual," ungkap Gubernur BI Darmin Nasution, Rabu (10/8). Bagi BI, MoU ini akan sangat membantu untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam menerbitkan data neraca pembayaran dan aspek moneter lain. Tapi Darmin belum dapat memastikan kapan akses data ekspor impor secara online dan real time akan bisa diterapkan di seluruh Indonesia.