Kemkeu: Ribut-ribut soal utang bisa menaikkan yield



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belakangan ini, diskusi seputar utang pemerintah menyeruak. Dalam hal ini, pemerintah dinilai tidak cukup baik dalam mengelola utang.

Adapun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, banyak diskusi seputar utang pemerintah tidak melihat konteks besar dan upaya arah kebijakan pemerintah, sehingga dapat menyesatkan.

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Scenaider Siahaan mengatakan polemik yang terjadi bisa berimbas pada ekonomi Indonesia. Sebab, investor akan melihat keributan ini dan berspekulasi terhadap keadaan di Indonesia.


“Kalau semakin banyak ribut, investor lihat, itu bisa menaikkan risiko. Bisa naikkan yield tanpa kita sadari. Itu unnecessary kan,” kata usai mengisi diskusi ILUNI UI di Gedung Rektorat UI Salemba, Jakarta, Selasa (3/4).

Ia mengatakan, keributan yang terjadi di negara bisa juga mempengaruhi rating dari utangnya. Sebab, dalam asesmen rating, semua aspek dalam negara masuk menjad indikator penilaian.

“Kita harus jaga rating kita. Semua, sosial, politik, ekonomi masuk situ. Jadi tidak perlu ribut-ribut,” katanya.

Scenaider menambahkan, pembiayaan dari utang dilakukan untuk belanja yang tidak bisa ditunda seperti belanja pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur. Penarikan utang juga dilakukan untuk mengembangkan pasar uang melalui penerbitan surat berharga negara (SBN).

"Utang menjaga dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan bisa dipakai mengembangkan pasar uang. Menjadi alternatif investasi nagi masyarakat dan mengurangi biaya operasi moneter BI menggunakan SBN," ucap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia