Kemprin dan dewan riset Korsel berkolaborasi kembangkan industri 4.0



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemprin) dan Dewan Riset Nasional untuk Ekonomi, Kemanusiaan, dan Ilmu Sosial atau National Research Council for Economic, Humanities, and Social Sciences (NRC) Korea Selatan (Korsel) telah sepakat melakukan kolaborasi dalam upaya penerapan revolusi industri 4.0. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut kemitraan ini sebagai tanda bahwa Indonesia dan Korsel memiliki hubungan diplomatik yang sangat erat dan ingin terus dilanjutkan dalam rangka sama-sama membangun pertumbuhan ekonomi.

Kesepakatan kedua belah pihak ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Menperin RI Airlangga Hartarto dengan Chairman NRC Kyoung Ryung Seong. Momen ini pun disaksikan langsung Presiden Joko Widodo dan Presiden Korsel Moon Jae-in.


Menperin menjelaskan, tujuan dari MoU tentang aktivitas kerja sama industri 4.0 tersebut, antara lain melaksanakan kegiatan penelitian bersama, pertukaran untuk pendidikan, pembentukan jejaring antara para ahli dan profesional di masing-masing negara, serta membuka peluang proyek kerja sama.

“Jadi, kami akan membangun kerangka kerja sama yang sistematis dan saling menguntungkan untuk mendukung pengembangan implementasi industri 4.0,” tuturnya dalam keterangan pers, Rabu (12/9). Memorandum ini berlaku selama lima tahun setelah ditandatangani.

Airlangga juga menegaskan, Pemerintah Indonesia telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai agenda nasional dan strategi kesiapan memasuki era revolusi industri generasi keempat. Salah satu program prioritasnya adalah membangun ekosistem inovasi.

“Inovasi dapat dihasilkan dari kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi. Dengan inovasi, daya saing industri nasional akan lebih kompetitif di kancah global,” jelasnya. Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong pembangunan pusat inovasi industri di dalam negeri, pengoptimalan regulasi dan fasilitas insentif fiskal, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.

Adapun kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya oleh Kemenperin dengan pihak Korsel, di antaranya menggandeng Institut Teknologi Industri Korea pada tahun 2006 dan dengan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel mengenai kerja sama industri tahun 2017.

Airlangga meyakini kolaborasi tahun ini dapat meningkatkan kapasitas industri manufaktur nasional, terutama untuk lima sektor yang akan menjadi pionir dalam penerapan Making Indonesia 4.0. Kelima sektor itu adalah industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri elektronika, dan industri kimia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .