Kemtan antisipasi kenaikan harga daging Tahun Baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam menghadapi hari besar Natal dan Tahun Baru, Kementerian Pertanian (Kemtan) akan mengantisipasi kenaikan harga di tingkat pedagang dan pengecer.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, untuk melaksanakan hal itu Kemtan pun bekerjasama dengan Satgas Pangan dalam melakukan pengawasan distribusi untuk mengantisipasi penimbunan bahan kebutuhan pokok, termasuk daging sapi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk antisipasi kelancaran distribusi khususnya delapan provinsi yang merayakan Natal, yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Sulut, Sumut, NTT, Kalbar dan dua provinsi terdampak erupsi Gunung Agung yaitu Bali dan NTB," ungkap I Ketut Diarmita seperti yang tertera dalam keterangan tertulis, Selasa (19/12).


I Ketut pun berpendapat, saat ini tidak ada alasan harga daging naik karena ketersediaan daging sapi/kerbau secara nasional masih aman, bahkan surplus 19.261 ton. Menurutnya, berdasarkan prognosa kebutuhan daging sapi bulan Desember 2017 (Natal 2017) dan Tahun Baru 2018 sebanyak 50.479 ton, sedangkan ketersediaannya sebanyak 69.740 ton.

Ketersediaan daging tersebut berasal dari sapi lokal siap potong sebanyak 29.602 ton sapi siap potong ex-impor sebanyak 11.003 ton, dan per 8 Desember, stok daging sapi di gudang importir sebanyak 11.200 ton dan stok daging kerbau di Bulog 17.935 ton.

Untuk mengantisipasi gejolak harga di lapangan, Ditjen PKH melalui Petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) juga melakukan pemantauan harga di tingkat produsen dan pengecer berkoordinasi dengan Kemendag.

I Ketut menyebutkan, daging yang beredar di masyarakat saat ini ada dua macam, yaitu daging segar dan daging beku. Menurutnya, harga yang ditawarkan tergantung dari jenis dan potongan daging yang berkisar antara Rp 65.000 hingga Rp 120.000 per kg.

“Preferensi konsumen terhadap daging saat ini masih ke daging segar. Sebagian besar masyarakat Indonesia lebih menyukai daging ini karena berasal dari sapi lokal," ungkap I Ketut.

Dia pun mengatakan, pemerintah terus melakukan upaya untuk meningkatkan nilai tambah dari pemotongan sapi dengan melakukan perbaikan sistem pemotongan di RPH dan melakukan grading daging berdasarkan jenis potongan-potongan sesuai standard.

Sementara itu, Fini Murfiani Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) harga daging sapi segar lokal sepanjang tahun 2017 stabil di harga kisaran Rp 110.000 sampai 120 ribu per kg.

Menurutnya, harga sapi hidup pada Minggu ke II Desember dibandingkan dengan minggu I Desember 2017 relatif stabil yakni Rp 44.500 per kg berat hidup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto