JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) dan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) sepakat membentuk tim khusus guna mendata kebutuhan jagung untuk pakan ternak. Kedua pihak juga setuju meningkatkan penyerapan jagung lokal sebagai prioritas, dan akan mengimpor bila pasokan dalam negeri tidak mencukupi. Kesepakatan ini muncul setelah sebelumnya Kemtan secara mendadak menutup keran impor jagung. Akibatnya, jagung impor milik pengusaha anggota GPMT sempat terkatung-katung di pelabuhan karena tidak bisa bongkar. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, tim khusus yang akan dibentuk dalam dua hari ke depan ini akan ditunjuk sebagai pihak yang akan mengkomunikasikan segala persoalan terkait data kebutuhan jagung. "Dengan adanya tim baru ini, maka komunikasi pemerintah dan GMPT akan lancar," harap Amran, Rabu (19/8).
Kemtan dan GMPT bentuk tim khusus pakan ternak
JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) dan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) sepakat membentuk tim khusus guna mendata kebutuhan jagung untuk pakan ternak. Kedua pihak juga setuju meningkatkan penyerapan jagung lokal sebagai prioritas, dan akan mengimpor bila pasokan dalam negeri tidak mencukupi. Kesepakatan ini muncul setelah sebelumnya Kemtan secara mendadak menutup keran impor jagung. Akibatnya, jagung impor milik pengusaha anggota GPMT sempat terkatung-katung di pelabuhan karena tidak bisa bongkar. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, tim khusus yang akan dibentuk dalam dua hari ke depan ini akan ditunjuk sebagai pihak yang akan mengkomunikasikan segala persoalan terkait data kebutuhan jagung. "Dengan adanya tim baru ini, maka komunikasi pemerintah dan GMPT akan lancar," harap Amran, Rabu (19/8).