JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) segera menerapkan modernisasi atau mekanisasi pertanian. Setelahnya, Kemtan akan mendorong hilirisasi pertanian berupa pengolahan produk turunan. Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian menjelaskan, Indonesia sudah saatnya melakukan modernisasi pertanian. Apabila usaha tani dilakukan secara full mekanisasi, akan ada efisiensi waktu, biaya dan tenaga. Hitungan Kemtan, biaya input akan hemat 30% sampai 40%, lalu produktifitas dapat ditingkatkan 10% sampai 20%. Sehingga akhirnya, pendapatan petani akan naik. Selain itu ada proses transformasi sosial ekonomi di pedesaan, meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan daya saingnya.
Kemtan dorong modernisasi pertanian
JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) segera menerapkan modernisasi atau mekanisasi pertanian. Setelahnya, Kemtan akan mendorong hilirisasi pertanian berupa pengolahan produk turunan. Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian menjelaskan, Indonesia sudah saatnya melakukan modernisasi pertanian. Apabila usaha tani dilakukan secara full mekanisasi, akan ada efisiensi waktu, biaya dan tenaga. Hitungan Kemtan, biaya input akan hemat 30% sampai 40%, lalu produktifitas dapat ditingkatkan 10% sampai 20%. Sehingga akhirnya, pendapatan petani akan naik. Selain itu ada proses transformasi sosial ekonomi di pedesaan, meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan daya saingnya.