JAKARTA. Upaya Kementerian Pertanian (Kemtan) meningkatkan capaian produksi pangan belum terasa di masyarakat. Pasalnya, harga sejumlah komoditas pangan di pasaran masih tergolong tinggi. Kendati begitu, Kemtan mengklaim produksi beberapa komoditas akan surplus di akhir tahun. Salah satunya disebabkan faktor pembangunan infrastruktur. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kemtan Hasil Sembiring mengatakan ada beberapa penyebab terjadinya lompatan produksi pangan tahun ini lantaran sejumlah proyek pembangunan infrastruktur pertanian sudah mulai berfungsi. Dia mengambil contoh saat ini, pembagian alat sistem pertanian berupa traktor dan sejenisnya telah mencapai 180.000 unit, pembangunan embung, longstorage atau dam parit telah mencapai 1.235 unit, rehabilitas jaringan irigasi telah mencapai 3.05 juta hektare (ha), cetak sawah mencapai 142.394 ha, pengembangan lahan rawa mencapai 2.000 ha, dan optimalisasi lahan telah mencapai 1.03 juta ha.
Kemtan klaim produksi pertanian terdongkrak
JAKARTA. Upaya Kementerian Pertanian (Kemtan) meningkatkan capaian produksi pangan belum terasa di masyarakat. Pasalnya, harga sejumlah komoditas pangan di pasaran masih tergolong tinggi. Kendati begitu, Kemtan mengklaim produksi beberapa komoditas akan surplus di akhir tahun. Salah satunya disebabkan faktor pembangunan infrastruktur. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kemtan Hasil Sembiring mengatakan ada beberapa penyebab terjadinya lompatan produksi pangan tahun ini lantaran sejumlah proyek pembangunan infrastruktur pertanian sudah mulai berfungsi. Dia mengambil contoh saat ini, pembagian alat sistem pertanian berupa traktor dan sejenisnya telah mencapai 180.000 unit, pembangunan embung, longstorage atau dam parit telah mencapai 1.235 unit, rehabilitas jaringan irigasi telah mencapai 3.05 juta hektare (ha), cetak sawah mencapai 142.394 ha, pengembangan lahan rawa mencapai 2.000 ha, dan optimalisasi lahan telah mencapai 1.03 juta ha.